Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri setempat dalam menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) guna pengendalian inflasi di daerah ini.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko Elxandi Utra Dharma saat dihubungi dari Mukomuko, Minggu, mengatakan, pemda kolaborasi selain pengendalian inflasi dan memperingati Hari Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) ke-25 Tahun 2025.
"GPM di Kejaksaan lokasinya dan tujuannya pengendalian inflasi karena ada kebutuhan pokok naik seperti beras dan saat ini menjadi isu nasional," katanya.
Pemerintah daerah setempat menggelar GPM dalam bentuk pasar murah dan yang dijual di pasar murah ini berbagai jenis bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Selanjutnya, pihaknya akan melakukan pendataan apa saja jenis bahan pokok yang dibutuhkan oleh warga tetapi harganya mahal untuk dijual di kegiatan GPM halaman Kejaksaan Negeri Kabupaten Mukomuko.
Dia mengatakan, kemungkinan instansinya akan melibatkan seluruh unsur dan pihak terkait di lingkungan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan GPM di daerah yang berada sejauh 270 kilometer sebelah utara Kota Bengkulu.
Pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko untuk penyedian berbagai jenis sayuran murah, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah menyediakan bahan pokok murah, dan Dinas Perikanan Mukomuko menyediakan ikan murah.
Selain itu, kata dia pula, instansinya juga akan melibatkan kelompok tani sebagai penyedia barbagai jenis sayuran yang harganya mengalami kenaikan.
Dia mengatakan, yang jelas jenis bahan pokok yang dijual oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai pihak terkait pada saat GPM ini yang dibutuhkan oleh warga masyarakat pada saat ini.
Kemudian, katanya, kegiatan GPM berupa penyediaan bahan pokok murah untuk masyarakat ini juga bertujuan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah ini.
Pewarta: Ferri AryantoUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026