Bengkulu (ANTARA) - Bank Indonesia melatih puluhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Bengkulu untuk mampu mengembangkan fesyen dari wastra khas dari Bumi Merah Putih itu.
"Penguatan UMKM berbasis wastra merupakan bagian dari strategi peningkatan daya saing daerah yang menjadi prioritas Bank Indonesia," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana di Bengkulu, Kamis.
Kantor Perwakilan BI Bengkulu berkomitmen mendukung transformasi wastra menjadi produk ekonomi kreatif yang adaptif, inovatif, dan berbasis kearifan lokal.
Selama 14 hari, 30 peserta yang terdiri atas 15 peserta kelas desain fesyen dan 15 peserta kelas produksi mengikuti pelatihan intensif bersama para mentor dari Indonesia Fashion Chamber, yaitu Wignyo Rahadi, Yufie Kartaatmaja, Elfi Lila, David Kurniawan, dan Made Weda Githa.
Seluruh peserta belajar mengolah inspirasi budaya lokal menjadi konsep desain, membuat ilustrasi fesyen, menciptakan pola, serta memproduksi busana siap pakai dengan teknik jahit yang baik dan detail.
Proses pembelajaran menghasilkan koleksi akhir sebanyak 15 busana siap pakai bertema "Bencoolen Rendezvous", yang ditampilkan pada acara Sarasehan Wastra Bengkulu 2025 melalui peragaan busana dan "Wall of Journey" yang menampilkan perjalanan kreativitas peserta dari sketsa awal hingga karya akhir.
Puncaknya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu menyelenggarakan Sarasehan Wastra Bengkulu 2025 sebagai puncak dari kegiatan pelatihan bagi 30 peserta dalam Inkubasi Fesyen Wastra Bengkulu 2025.
Melalui sarasehan ini, Bank Indonesia berharap terbangun sinergi antar-pemangku kepentingan agar wastra Bengkulu tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang hingga menembus pasar nasional maupun global.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026