Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Universitas Muhammadiyah Bengkulu membangun program peningkatan akses pendidikan yakni satu desa satu sarjana.

"Jadi ini merupakan program kerja sama antara Pemprov Bengkulu dan UMB dikhususkan bagi anak-anak yang tidak mampu, dan anak-anak yatim," kata Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu Dr. Susiyanto di Bengkulu, Senin.

Menurut dia, penerima program tersebut akan berkuliah di Universitas Muhammadiyah Bengkulu dengan pembiayaan penuh yang ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu.

"Nanti dibeasiswakan oleh Pemprov Bengkulu dan dikuliahkan oleh Universitas Muhammadiyah Bengkulu," kata dia.

Program tersebut menjangkau seluruh desa yang ada di Provinsi Bengkulu dan akan dimulai pada tahun ajaran 2026.

"Saat ini MoU dasar hukumnya sedang kita buat, sudah berdiskusi terus dengan Pemprov Bengkulu dan sudah klir, tinggal nanti untuk ditandatangani," ucap Susiyanto.

Pemerintah Provinsi Bengkulu memang sedang fokus memberikan layanan pendidikan yang merata dan berkeadilan. Program tersebut masuk dalam program besar bernama "Bantu Rakyat".

Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan beasiswa baik tingkat sekolah maupun universitas. Bahkan program beasiswa tersebut menjangkau pulau terluar Indonesia di Bengkulu, yaitu Pulau Enggano.

Tidak hanya beasiswa, Pemprov Bengkulu juga memastikan pendidikan yang terjangkau oleh semua pihak, serta melarang kegiatan yang membebani keuangan orang tua siswa atau mahasiswa.

Dengan akses pendidikan yang menjangkau semua pihak, merata dan berkeadilan, serta upaya mencetak satu sarjana satu desa, kualitas kesejahteraan masyarakat dapat meningkatkan lebih baik.



Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026