Bengkulu (ANTARA) - Baznas berhasil mengumpulkan zakat profesi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Provinsi Bengkulu sebesar Rp1 miliar pada Juli 2025.
"Hampir 100 persen ASN yang menyalurkan zakat profesi lewat Baznas, sekarang sekitar 95 persen ya, sisanya masih dalam waktu dekat, target kita insya Allah bulan depan, September, semuanya bisa 100 persen," kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Bengkulu, Selasa.
Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta para ASN menyalurkan zakat profesi mereka lewat Baznas Bengkulu, agar zakat tersebut benar-benar langsung memberikan dampak bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Ini akan diberikan, disalurkan bagi masyarakat kita yang nantinya membutuhkan sesuai dengan syarat, kriterianya," kata Herwan Antoni.
Zakat tersebut, kata dia, merupakan kewajiban setiap Muslim untuk menyisihkan dan disalurkan kepada penerima manfaat yang membutuhkan, dan bukan program buatan Pemerintah Provinsi Bengkulu yang tiba-tiba mewajibkan zakat.
Hanya saja, Pemerintah Provinsi Bengkulu membuat kebijakan zakat tersebut disalurkan lewat Baznas Bengkulu sehingga penyalurannya lebih berdampak terhadap kehidupan masyarakat setempat yang membutuhkannya.
"Tidak hanya berzakat, seluruh ASN kita minta lihat tetangga sekeliling rumah, kiri kanannya, apakah ada orang yang membutuhkan, seperti anak-anak yang orang tuanya meninggal, istri yang suaminya meninggal, kemudian anaknya butuh biaya sekolah," kata dia.
ASN pun diminta melaporkan tetangga yang berhak menerima zakat ke Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mendapatkan zakat yang dikelola Baznas Bengkulu.
"Inilah program nyata dari ASN di lingkungan Pemerintahan Provinsi Bengkulu, program Bantu Rakyat, masyarakat kita masih banyak yang sangat membutuhkan perhatian dari kita," ujarnya.
