Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menyatakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2025 ini mencapai Rp1,95 triliun.
"Upaya percepatan akses keuangan di daerah terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga pertengahan 2025, penyaluran KUR.di Provinsi Bengkulu mencapai Rp1,95 triliun, mencakup 26.557 debitur di seluruh kabupaten dan kota," kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, di Bengkulu, Kamis.
Realisasi KUR tersebut dinilai cukup positif mengingat baru pertengahan 2025, masih ada sekitar lima bulan lagi tim percepatan akses keuangan daerah (TPAKD) untuk mendorong realisasi yang lebih tinggi.
Pencapaian tersebut, kata dia lagi, merupakan hasil kerja optimal TPAKD Bengkulu dalam mendorong inklusi keuangan yang lebih merata, partisipatif, dan inklusif.
Pemprov Bengkulu menilai percepatan akses keuangan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pemprov Bengkulu mendorong perluasan akses keuangan di seluruh wilayah sebagai bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata dia.
Herwan mengatakan pula, kehadiran TPAKD memberikan warna tersendiri dalam menyinergikan program keuangan dengan berbagai pemangku kepentingan daerah. TPAKD memiliki peran sentral dalam mempercepat inklusi keuangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu Ayu Laksmi Sytia Dewi menyebutkan beberapa program unggulan TPAKD Bengkulu di kabupaten dan kota yang telah berjalan, antara lain gerakan pelajar menabung KEJAR (satu rekening satu pelajar), gerakan ayo ikut berasuransi, dan edukasi pasar modal.
"Penyaluran KUR dan business matching serta kredit melawan rentenir (KPMR), pembentukan agen laku pandai (One Village One Agent), akselerasi pemanfaatan produk/layanan keuangan digital, program asuransi kepada petani dan nelayan serta peternak," ujarnya pula.
Lebih lanjut, program unggulan TPAKD Provinsi Bengkulu lainnya, yakni program desa wisata dalam bentuk generik modal ekosistem keuangan inklusif (EKI) di daerah pedesaan.
"Sebagai contoh, rekening pelajar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu hingga Juni 2025 telah mencapai 70.166 rekening dengan total simpanan sebesar Rp23,8 miliar," ujar Ayu lagi.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.