Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Mayoritas masyarakat petani di Desa Pasar Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, berhenti bersawah akibat cuaca panas melanda wilayah ini sejak bulan Januari 2025 sampai sekarang.
"Gara-gara cuaca panas, petani desa ini berhenti bersawah sampai sekarang," kata Kepala Desa Pasar Ipuh, Kecamatan Ipuh, Anang Topriasyah, saat ditemui di Desa Pasar Ipuh, Mukomuko, Kamis.
Seluas sekitar 260 hektare lahan persawahan di Desa Pasar Ipuh, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko. Lahan sawah tadah hujan seluas itu dimiliki oleh 15 kelompok tani yang berasal dari lima desa di kecamatan tersebut.
Dia mengatakan, ada petani di wilayah ini yang mulai bersawah sebulan yang lalu karena hujan turun, tetapi berhenti lagi akibat cuaca panas kembali melanda wilayah ini.
Sekarang ini, kata dia lagi, petani menunggu hujan turun karena bagaimana petani mau kalau cuaca panas masih melanda wilayah tersebut.
Untuk mengairi sawah di wilayah ini, kata dia, kini Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Bengkulu sedang membangun dua sumur bor, namun jumlah sumur bor tersebut masih kurang.
Dengan lahan persawahan seluas 260 ha membutuhkan sumur bor minimal sebanyak 10 unit dan seharusnya sumur bor dibangun di tengah sawah bukan pinggir sawah supaya semua lahan bisa dialiri.
Selain sumur bor, dibutuhkan pipa pengganti saluran irigasi untuk mengalirkan air dari sumur bor ke seluruh lahan persawahan yang ada di desa ini.
Terkait program optimasi lahan dari Kementerian Pertanian berupa pembangunan sumur bor di lahan persawahan di wilayah ini, dia menyebutkan, lahan sawah di wilayahnya mendapat pembangunan sebanyak 12 dari 15 sumur bor untuk Kecamatan Ipuh, sisanya tiga unit di Desa Semundam dan Pulau Makmur.
Menurut dia, kapasitas bangunan sumur bor bantuan dari Kementerian Pertanian kemungkinan terlalu kecil atau tidak sebesar sumur yang dibangun oleh BWSS sedalam 118 meter.
Untuk itu, dia berharap, adanya penambahan bangunan sumur bor dalam kapasitas besar seperti yang dibangun pihak BWSS dan pembangunannya di tengah sawah wilayah ini.
Pewarta: Ferri AryantoUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.