Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyiapkan stok blangko kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) sebanyak 9.000 keping untuk melayani warga di daerah tersebut.

"Saat ini stok blangko KTP elektronik yang kita punyai mencapai 9.000 keping. Stok blangko KTP-el ini diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun," kata Kepala Disdukcapil Rejang Lebong Rosita di Rejang Lebong, Kamis.

Dijelaskan Rosita, stok blangko KTP-el tersebut baru saja dikirim oleh Kemendagri melalui Disdukcapil Provinsi Bengkulu dan pemerintah kabupaten akan langsung mengajukan permohonan penambahan ke pemerintah pusat jika stok blanko menipis.

Stok blangko KTP-el ini, kata dia, selain digunakan untuk pencetakan KTP bagi penduduk pemula atau orang yang baru memiliki KTP, juga digunakan untuk penggantian KTP-el yang rusak, pergantian status maupun hilang.

"Proses pergantian KTP ini biasanya tidak sampai 30 menit jika tidak ada kendala di jaringan. Untuk pergantian KTP-el biasanya karena sudah tidak terbaca lagi atau rusak. Masyarakat harus mengisi formulir permohonan dengan membawa KK, dan setelah diisi datanya akan diinput oleh petugas data ke sistem, kurang dari setengah jam KTP sudah bisa dicetak," terangnya.

Sedangkan untuk pembuatan KTP-el baru atau PRR, menurut dia, alurnya terlebih dahulu warga harus melakukan perekaman data, kemudian hasil perekaman dikirim petugas ke pusat.

"Jika tidak ada kendala biasanya pihak dari pusat cepat mengembalikan data sehingga KTP elektronik warga yang bersangkutan bisa dicetak," tambah dia.

Dia mengimbau masyarakat Rejang Lebong yang belum melakukan perekaman data KTP agar segera mendatangi Kantor Disdukcapil Rejang Lebong sehingga bisa dilakukan perekaman dan pencetakan KTP.

Berdasarkan data hingga akhir Juli, capaian perekaman dan pencetakan KTP-el di Kabupaten Rejang Lebong mencapai 205.091 jiwa. Sedangkan untuk wajib KTP elektronik sebanyak 212.445 jiwa, dan warga yang belum melakukan perekaman data lebih dari 7.000 jiwa.



Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026