Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Kelompok wanita dari Desa Mojorejo, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, memanfaatkan limbah karung plastik untuk dijadikan pakaian karnaval HUT ke 80 Republik Indonesia di wilayah itu.
"Bahan karung beras ini kami minta di warung-warung yang menjual beras, kemudian kami jahit tangan dijadikan pakaian karnaval ini" kata Waita (50) warga Desa Mojorejo usai mengikuti karnaval budaya HUT RI yang digelar di kawasan Danau Mas Harun Bastari (DMHB) Rejang Lebong, Senin.
Dia menjelaskan, pakaian dari karung bekas beras tersebut dikenakan 12 orang anggota kelompok yang diberi nama sesuai dengan produk beras dari Bulog ini yaitu SPHP.
Pakaian karnaval dari karung beras ini, kata dia, diberikan hiasan dari berbagai plastik bekas pakaian yakni kantong plastik, kemudian pipet plastik serta gelas kopi bekas.
Pakaian karung beras itu sendiri sebelumnya pada acara Grebek Suro pada tahun baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah belum lama ini.
Menurut dia, mereka bangga memakai pakaian karnaval dari bahan bekas tersebut, karena bertujuan membantu pemerintah dalam mengurangi limbah plastik, sehingga program daur ulang yang digulirkan pemerintah ini harus digalakkan.
Wakil Bupati Rejang Lebong Hendri Praja memberikan apresiasi atas kreativitas kaum ibu-ibu Desa Mojorejo, dengan memanfaatkan limbah plastik menjadi barang yang berguna dan punya nilai.
"Ini sangat kreatif, luar biasa yang memanfaatkan karus beras bekas yang dijadikan pakaian karnaval," kata Hendri
Pada pelaksanaan karnaval di kawasan DMHB ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan peringatan HUT ke 80 RI, di ikuti 33 kelompok. Para peserta karnaval ini melakukan long march dari lapangan sepakbola Desa Sambirejo menunju DMHB, sehingga sempat terjadi kemacetan di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, akibat banyaknya warga yang menyaksikan karnaval.
