Bengkulu (ANTARA) - Sebuah pameran seni bertajuk What Makes Us Happy: A Celebration of Joy, Hope & Human Connection tengah digelar di Galeri Seni Wolverhampton hingga 29 Agustus mendatang. Bukan sekadar pameran biasa, acara ini menampilkan karya anak-anak dan orang dewasa yang pernah menjalani masa pengasuhan atau adopsi, sebagai wadah untuk menuturkan hal-hal sederhana yang membuat mereka merasa bahagia.
Pameran ini digagas oleh Susan Vickers, perempuan berusia 55 tahun asal Wolverhampton yang diadopsi sejak bayi. Dari pengalaman hidupnya, Vickers menyadari bahwa banyak orang yang pernah diasuh tidak memiliki akses memadai terhadap seni, budaya, maupun museum karena keterbatasan dukungan dan stabilitas.
“Melihat senyum mereka saat karya dipajang itu luar biasa menyentuh. Banyak yang tak pernah membayangkan bisa mengalami momen seperti ini,” ungkap Vickers dikutip BBC.
Dari McDonald’s hingga Reuni Keluarga
Karya yang dipamerkan sangat beragam: lukisan tokoh terkenal, foto-foto reuni keluarga, hingga gambar sederhana seperti menu McDonald’s—simbol kebahagiaan kecil yang sering luput dari perhatian.
Pameran ini resmi dibuka pada Sabtu lalu oleh Wali Kota Wolverhampton, Craig Collingswood. Suasana hangat terasa saat para pengunjung melihat bagaimana setiap karya memancarkan cerita unik tentang harapan, kegembiraan, dan hubungan antar manusia.
Menyembuhkan Luka dengan Seni
Melalui Susan Vickers Foundation yang ia dirikan 16 bulan lalu, Vickers tidak hanya menghadirkan pameran seni, tetapi juga mengadakan kursus, terapi, dan pertemuan rutin. Tujuannya sederhana: memberi ruang penyembuhan bagi anak-anak, keluarga, hingga orang dewasa yang masih membawa trauma dari masa pengasuhan.
Ia berharap pameran ini membuka mata publik bahwa orang-orang yang diadopsi atau diasuh tak berbeda dengan yang lain.
“Kami sama saja seperti orang lain. Kadang kebahagiaan itu hanya soal hal sederhana: bermain bola, punya hewan peliharaan, atau sekadar makan bersama,” tutur Vickers.
