Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menemui perwakilan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu memastikan penyidikan terkait Bupati Pati Sudewo (SDW) masih berproses.
“Kami pastikan kepada Bapak, Ibu, dan seluruh rekan-rekan masyarakat Pati bahwa penyidikan perkara tersebut masih berproses. Jadi, kami pastikan penyidikan perkara tersebut tidak berhenti,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat berbicara kepada warga Pati di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin.
Selain itu, Budi menjelaskan penyidikan perkara dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan yang menyeret Sudewo saat menjabat sebagai anggota Komisi V DPR RI periode 2019-2024, masih berproses karena membutuhkan kecermatan.
“Butuh kecermatan dalam melakukan pendalaman maupun pengumpulan barang bukti, sehingga kami ingin memastikan bahwa seluruh proses penegakan hukum termasuk dalam perkara tersebut dapat dilakukan secara profesional dan taat terhadap asas-asas hukum,” katanya.
Oleh sebab itu, dia mengatakan apabila warga Pati mempunyai sejumlah informasi tambahan terkait perkara dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, maka dapat menyampaikannya kepada KPK.
“Kami sangat terbuka untuk menerima saran, masukan, atau informasi apa pun yang dapat mendukung penanganan perkara tersebut. Terlebih, Gedung KPK adalah gedung rakyat yang selalu terbuka untuk seluruh masyarakat di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly berharap warga Pati dapat kembali ke daerahnya setelah menyampaikan aspirasi mengenai Sudewo.
“Seperti yang sudah disampaikan dari KPK bahwa perkara terhadap Bupati SDW tadi sudah berproses. Untuk itu kami harapkan dari seluruh warga Pati yang ada di depan kami ini, apabila sudah selesai penyampaian aspirasinya, maka kami mohon dengan sangat untuk kembali ke Pati dengan tertib,” kata Lilipaly.
