Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyebutkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Air Merah mengusulkan peremajaan tanaman kelapa sawit yang tidak produktif karena menggunakan bibit asalan dan berusia tua di atas lahan seluas sekitar 106 hektare (ha).
Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Iwan Cahaya di Mukomuko, Senin, mengatakan, Gapoktan Desa Air Merah mengusulkan peremajaan tanaman kelapa sawit milik anggotanya tahun 2023.
"Kami telah melakukan verifikasi data Gapoktan Desa Air Merah sesuai ketentuan Kementerian Pertanian, dan luas lahan sawit yang diusulkan seluas 106 ha," katanya.
Dia menjelaskan, alasan Gapoktan tersebut sampai sekarang belum mendapatkan program tersebut karena tahun 2024 ada kendala dengan aplikasi.
Setelah itu, aktivitas pengurus Gapoktan itu lama berhenti, kemudian tahun 2025 ini mereka kembali mengajukan program ini tetapi mereka bergabung dengan koperasi yang ada di Kecamatan Kota Mukomuko.
Dia menjelaskan, Gapoktan di salah satu desa di Kecamatan Malin Deman ini bergabung dengan koperasi karena jarak tempuh dari wilayahnya ke pusat pemerintah kabupaten terlalu jauh dan butuh waktu dan tenaga untuk itu.
Selanjutnya, koperasi yang mengurus berbagai persyaratan untuk mengusulkan program peremajaan tanaman kelapa untuk anggota Gapoktan di Desa Air Merah.
Terkait masalah anggota Gapoktan ini yang mempertanyakan uang yang pernah disetorkan kepada pengurus Gapoktan, ia memastikan, program peremajaan sawit ini gratis atau tidak dipungut.
Kendati demikian, pihaknya tidak mengetahui permasalahan internal Gapoktan tersebut. Karena bisa jadi anggota mengumpul dana berdasarkan kesepakatan mereka untuk membantu biaya yang dibutuhkan dalam kepengurusan kelompok ini.
Kalau dari dinas ini sendiri, kata dia pula, tidak ada memungut biaya sepeserpun ke petani yang mengajukan program peremajaan sawit rakyat.
Pewarta: Ferri AryantoUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026