Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Mukomuko mengatakan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Rawa Mulya soal permintaan dari warga setempat agar buaya sepanjang aliran Sungai Pelokan yang berada dekat permukiman penduduk di wilayah ini ditangani.
Kepala BKSDA Resor Mukomuko Damin saat dihubungi dari Mukomuko, Senin, mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi tentang adanya buaya di Sungai Pelokan di Desa Rawa Mulya, namun pihaknya belum pergi ke sana.
"Karena kami ada kegiatan sehingga belum bisa ke situ, kami ada kegiatan di TWA Air Hitam dan di sini ada personel dibutuhkan di Sebelat. Insya Allah besok kami koordinasi dengan Pemdes Rawa Mulya," katanya.
Pihak BKSDA Resor Mukomuko mendapat informasi dan laporan tentang kemunculan buaya di Sungai Pelokan dari perangkat Pemerintah Desa Rawa Mulya.
Dalam laporan tersebut, perangkat desa menyebut di Sungai Pelokan yang melintas di pemukiman penduduk Desa Rawa Mulya ada buayanya dan meresahkan masyarakat khususnya di RT 18 wilayah ini.
Warga desa ini, melaporkan masalah mereka ini agar ada tindakan pencegahan dan penanganan lebih lanjut dari instansi terkait sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap warga terutama di RT 18 Desa Rawa Mulya.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Mukomuko Ahmad Hidayat Syah sebelumnya mengimbau warga Desa Rawa Mulya agar waspada terhadap kemunculan buaya di aliran Sungai Pelokan dekat pemukiman penduduk di wilayah ini.
"Kalau memang di situ memang ada buaya di sungai itu, bagi masyarakat beraktivitas di sungai itu waspada, jangan sampai menjadi korban buaya," ujarnya.
Kemudian dia juga meminta warga agar tidak lagi melakukan berbagai aktivitas di sungai tersebut seperti mandi, mencuci, dan mancing ikan karena dapat membahayakan keselamatan warga itu sendiri.
Dia menyarankan, untuk sementara ini sebaiknya warga menghindar dari aliran Sungai Pelokan yang ada buayanya.
Terkait dengan penanganan buaya yang berada di Sungai Pelokan, ia mengatakan, sebaiknya warga menunggu tindakan penanganan lebih lanjut oleh petugas dari BKSDA setempat.
