Dalam waktu singkat, foto itu disukai lebih dari 37 ribu kali dan dipenuhi ribuan komentar dari warganet yang memuji desain elegan sekaligus sentuhan emosional yang terkandung di dalamnya.
Banyak yang menyebut bahwa jersey tersebut bukan hanya sekadar seragam tanding, tetapi juga simbol perjuangan dan warisan Barito Putera.
Barito Putera, yang dijuluki Laskar Antasari, memang tengah bersiap memulai perjalanan di Liga 2 musim 2025/2026 setelah hanya mampu finis di peringkat ke-17 klasemen BRI Liga 1 musim lalu.
Meski demikian, kehadiran jersey baru ini diharapkan mampu menjadi suntikan semangat bagi tim, pemain, dan para suporter setia.
Seperti Barito Mania (Bartman), Sop Buntut 1988, hingga Barito Putera Fans Club untuk terus mendukung klub kebanggaan Kalimantan Selatan tersebut.
Baca juga: Indonesia bungkam Belanda 5-1 di Futsal Four Nations Cup 2025
Baca juga: Ulang tahun ke-22, Justin Hubner banjir ucapan manis dari klub hingga Jennifer Coppen
CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, sebelumnya juga pernah menegaskan bahwa identitas klub akan selalu dijaga, termasuk melalui simbol dan warisan pendirinya.
Dengan jersey tandang bernuansa hitam dan emas yang anggun, semangat Laskar Antasari diyakini akan tetap menyala dalam setiap laga tandang yang dijalani di musim mendatang.
