Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono mengatakan pihaknya siap mengintegrasikan kurikulum lingkungan program Sekolah Adiwiyata ke dalam Seklah Rakyat untuk menjadikannya model pendidikan berkelanjutan.
Wamen LH/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu, menyampaikan rencana integrasi kurikulum lingkungan dalam program Sekolah Rakyat melalui kerja sama KLH/BPLH dan Kementerian Sosial dengan bersinergi lewat program Sekolah Adiwiyata.
"KLH/BPLH punya program Adiwiyata untuk sekolah, KLH/BPLH sangat terbuka untuk kolaborasi dalam program ini dengan Sekolah Rakyat," ujarnya.
Dengan kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan Sekolah Rakyat yang tidak hanya berprestasi dalam bidang pendidikan tapi juga pengelolaan lingkungan.
Hal itu disampaikannya usai meninjau Sekolah Rakyat Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) dan Sekolah Rakyat Sentra Wyataguna Bandung, Jawa Barat pada Selasa (23/9).
Dalam kesempatan tersebut, dia menyoroti bahwa sejumlah isu lingkungan dihadapi oleh generasi muda sejak dini, termasuk isu sampah yang menjadi tantangan besar di Indonesia. Selain juga terdapat isu adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Untuk mendukung kesadaran peduli lingkungan tersebut, dalam kunjungan itu Wamen LH juga menyerahkan bantuan berupa vitamin, tumbler, buku panduan lingkungan, kaos, dan tas sekolah untuk mendukung gaya hidup ramah lingkungan.
Ia juga meninjau layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa, sebagai bentuk integrasi kesehatan dengan pendidikan lingkungan.
Dengan bantuan tersebut dan rencana integrasi Program Adiwiyata ke Sekolah Rakyat, dia menyatakan komitmen menjadikan Sekolah Rakyat sebagai model pendidikan berkelanjutan.
"Terus belajar, terus bermimpi, semoga adik-adik kelak menjadi orang sukses, bisa membantu orang lain, keluarga, dan menjadi kebanggaan bangsa. Kita semua bertanggung jawab meninggalkan dunia yang lebih baik bagi generasi berikutnya," demikian Diaz Hendropriyono.
