Bengkulu (ANTARA) - Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Wilayah Bengkulu telah menetapkan target penyerapan gabah petani Provinsi Bengkulu sebanyak 507,641 ton gabah ditargetkan dapat diserap, untuk mendukung stok cadangan beras dan mengoptimalkan ketahanan pangan nasional.
Kepala Bulog Kanwil Bengkulu, Doddy Syahrial, angka tersebut merupakan bagian dari upaya besar untuk memastikan kesejahteraan petani serta menjaga ketersediaan beras di pasar.
“Target penyerapan gabah petani pada semester II 2025 sebanyak 507.641 kg gabah, dengan tambahan 224,9 ton beras, dan 496,059 ton setara beras,” ujar Doddy di Bengkulu pada Jumat.
Pada semester pertama 2025, Bulog Bengkulu menyerap 1.238.100 kg beras, 1.676.3359 kg gabah, dan 2.132.949 kg setara beras, yang menunjukkan capaian yang signifikan untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan pangan.
Penyerapan gabah ini sejalan dengan edaran dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menginstruksikan pengadaan gabah dan beras untuk memenuhi kebutuhan stok nasional.
Proses penyerapan gabah oleh Bulog dimulai di beberapa daerah sentra produksi, seperti Kecamatan Lubuk Pinang, Air Majunto, dan XIV Koto di Kabupaten Mukomuko, dengan rencana untuk meluas seiring dengan berlangsungnya masa panen di berbagai wilayah.
Gabah yang diserap oleh Bulog adalah gabah yang telah mencapai usia panen, untuk memastikan kualitas yang optimal. Selain itu, petani akan memperoleh kepastian pasar dengan harga beli yang telah ditetapkan, yakni Rp6.500 per kilogram sesuai dengan penugasan pemerintah.
Doddy juga menekankan bahwa penyerapan gabah dilakukan dengan dua mekanisme utama, yakni melalui cadangan beras pemerintah (CBP) untuk menjaga ketahanan pangan nasional, serta dengan mekanisme komersial untuk mendukung keberlanjutan pasar.
Dalam setiap tahapan penyerapan, Perum Bulog Bengkulu selalu menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas, transparansi, dan good governance, untuk memastikan proses berlangsung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Upaya ini terbukti tidak hanya menjaga ketersediaan cadangan beras nasional, tetapi juga memberi keuntungan langsung bagi petani dengan harga yang telah ditetapkan," kata dia.
Dengan target yang optimis untuk tahun 2025, Perum Bulog Bengkulu menyebut kolaborasi antara pemerintah, petani, dan Bulog akan memperkuat stok beras nasional dan mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia.
“Keberhasilan penugasan ini adalah langkah nyata menuju swasembada pangan dan ketahanan pangan yang lebih baik di masa depan,” ujar Doddy penuh keyakinan.
Bengkulu, dengan kontribusinya dalam produksi pangan, diharapkan dapat menjadi salah satu wilayah kunci dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. Penyerapan gabah oleh Bulog tidak hanya diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan dalam negeri, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani dengan harga yang kompetitif dan pasar yang lebih terbuka.
Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk petani lokal, pemerintah, dan Bulog, Bengkulu dapat mempercepat pencapaian target 8 persen tahun ke tahun/ yoy dalam pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat posisi Indonesia menuju kemandirian pangan yang lebih kokoh.
