Kota Bengkulu (ANTARA) - PBB pada Senin pekan ini melaporkan peningkatan tajam dalam pengungsian massal di Jalur Gaza, Palestina, seiring dengan intensifikasi operasi militer Israel, yang semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di kawasan tersebut.
Dalam laporan terbaru, hampir 453.000 orang telah mengungsi sejak pertengahan Agustus, dengan mayoritas berasal dari Kota Gaza.
Juru bicara PBB, Farhan Haq, mengungkapkan bahwa meskipun banyak warga Gaza yang tetap bertahan di Kota Gaza dan wilayah utara, ribuan lainnya terpaksa mengungsi ke selatan demi mencari perlindungan.
Pada Minggu, hampir 6.900 orang tercatat meninggalkan wilayah utara menuju selatan melalui empat titik pemantauan yang ada, demikian Anadolu melaporkan.
Haq menambahkan bahwa hanya 18 persen dari wilayah Gaza yang tidak berada di bawah perintah pengungsian atau zona militer. Hal ini menunjukkan betapa parahnya dampak operasi militer Israel, yang menyebabkan sebagian besar wilayah Gaza terjebak dalam krisis.
Sementara itu, upaya pengiriman bantuan kemanusiaan terus terhambat, dengan lebih dari 40 persen misi yang membutuhkan koordinasi dengan militer Israel ditolak.
Bantuan pangan, air, dan bahan bakar masih sangat terbatas. Meski ada beberapa pengiriman bahan bakar dari Kareem Shalom dan distribusi pasokan medis di Deir Al Bala, pengiriman air masih ditolak, memperburuk kondisi yang sudah kritis di Gaza.
PBB terus mendesak agar akses kemanusiaan dibuka tanpa hambatan untuk membantu meringankan penderitaan warga Gaza.
Pewarta: Lira MelaniEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.