Jakarta (ANTARA) - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Noor Achmad menyebutkan tantangan implementasi zakat berkelanjutan lewat inisiatif "Green Zakat Framework", salah satunya adalah melalui pertanyaan soal apakah 10 persen orang terkaya di Indonesia menunaikan zakatnya.
"Orang yang terlalu kaya itu di Indonesia ini ibaratnya sampai 10 persen itu mengalahkan yang 90 persen, kan begitu. Apakah yang 10 persen ini berzakat atau tidak?" kata Noor dalam peluncuran buku "Green Zakat Framework" di Jakarta, Senin.
Noor menyebutkan hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi dan dimaksimalkan pengumpulan zakatnya. Sebab, menurut dia kekuatan zakat di Indonesia akan bertambah drastis jika penerimaan zakat dari 10 persen orang terkaya di Indonesia dapat dipastikan.
Maka dari itu, ia mendorong adanya aturan yang lebih kuat tentang pembayaran zakat.
"Ternyata, (misal) yang 10 persen ini tidak berzakat, karena kebetulan yang 10 persen ini tidak ahli (bukan termasuk golongan orang yang wajib) zakat. Ini kan perlu di atur. Kekuatan ini perlu di atur dari hulu sampai dengan hilir. Persoalan hilir zakat ini penting kalau kita mau serius di sini," ujarnya.
Noor menyoroti hal ini, sebab dalam menjalankan "Green Zakat Framework" konsep keadilan menjadi salah satu hal penting agar zakat bisa berkelanjutan.
