Lebak (ANTARA) - Siswa SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten mulai masuk sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah sebelumnya mogok belajar.
"99 persen siswa sudah mengikuti pelajaran di sekolah," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Adang Abdurrahman saat ditemui di SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak, Rabu.
Sebelumnya 600-an siswa SMAN 1 Cimarga melakukan aksi mogok belajar untuk menuntut kepala sekolah setempat yakni Dini Fitria yang diduga melakukan penamparan pada salah satu siswa dinonaktifkan. Dan kasus ini menjadi sorotan secara nasional.
Atas kejadian tersebut, lanjut dia, pihaknya bersama dengan stakeholder terkait melakukan kajian serta pemeriksaan terhadap pihak yang menjadi obyek dalam permasalahan tersebut.
"Kami berharap anak-anak kembali belajar dengan nyaman dan damai," kata Adang Abdurrahman menambahkan.
Kepala sekolah dinonaktifkan
Kepala SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak, Banten dinonaktifkan oleh pemerintah setempat buntut adanya dugaan tindakan kekerasan yang memicu ratusan siswa mogok mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).
"Kami berharap besok, Rabu (15/19) semua siswa kembali melaksanakan KBM di sekolah," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Adang Abdurrahman saat meninjau SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak, Selasa.
Menurut dia, Dindikbud Banten memprioritaskan siswa di SMAN 1 Cimarga kembali mengikuti KBM secara normal, terlebih siswa kelas 12 menghadapi persiapan ujian untuk persyaratan masuk ke perguruan tinggi.
Terkait dengan proses KBM, Adang menjelaskan jika saat ini siswa SMAN 1 Cimarga tetap mengikuti pembelajaran meski secara online.
"Kami minta semua siswa kembali belajar dan untuk permasalahan kepala sekolah yang dinonaktifkan kini tengah dilakukan pemeriksaan," kata Adang menegaskan.
KBM secara online juga dibenarkan oleh salah satu guru SMAN 1 Cimarga, Yuyun. Menurut dia, KBM secara online dilakukan sejak Senin (13/10) dengan mata pelajaran sesuai dengan jadwal.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah Kosim Ansori mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan orang tua siswa dan meminta anak-anaknya untuk kembali melakukan KBM di sekolah.
"Kita cukup prihatin dengan kondisi ini. Kami bersama Dindikbud Banten, orangtua siswa dan sekolah berusaha menyelesaikan permasalahan ini. Apalagi kepala sekolah sudah dinonaktifkan," katanya.
