Keindahan lain yang bisa dinikmati adalah pemandangan burung-burung yang beterbangan di sekitar pantai. Suasana ini menambah kesan alami dan menenangkan bagi siapa pun yang berkunjung. Banyak pengunjung yang datang bukan hanya untuk bermain air, tetapi juga sekadar duduk, memotret, atau menikmati hembusan angin laut sembari mendengarkan deburan ombak.
Pantai Batu Tahu juga terkenal sebagai spot memancing favorit. Beberapa warga sekitar kerap terlihat duduk di atas batu pemecah ombak dengan kail sederhana, menunggu ikan menyambar umpan. Selain itu, salah satu momen paling ditunggu wisatawan adalah saat matahari tenggelam. Sinar jingga keemasan yang memantul di permukaan laut menghadirkan pemandangan romantis yang sayang untuk dilewatkan.
Salah satu pengunjung, Rizal (28), warga Bengkulu, mengaku sering datang ke Pantai Batu Tahu untuk melepas penat setelah bekerja. “Tempat ini sederhana tapi menyenangkan. Tiketnya murah, bisa lihat sunset, dan kalau beruntung bisa lihat anak-anak surfing. Rasanya tenang sekali duduk di sini sore hari,” ujarnya.

Bukan hanya pengunjung, pedagang yang mencari nafkah di sekitar pantai juga merasakan manfaat dari ramainya wisatawan. Herman (45), pedagang es di sekitar area pantai, mengaku bahwa akhir pekan selalu membawa rezeki tambahan. “Kalau sore ramai sekali, terutama kalau cuaca cerah. Banyak yang beli minuman sambil duduk menikmati sunset. Pantai ini benar-benar jadi sumber kehidupan bagi kami pedagang kecil,” tuturnya.
Baca juga: Pemkot Bengkulu-Pemkab Rejang Lebong kerja sama pemasaran paket wisata
Baca juga: Pemkab Rejang Lebong luncurkan venue paralayang di lokasi wisata
Sementara itu, Nisa (24), pengunjung asal Bengkulu, Pantai Batu Tahu punya keunikan tersendiri dibanding pantai lain. “Yang bikin spesial itu suasananya. Bisa duduk di batu-batu, lihat burung terbang, terus nunggu sunset. Masuknya cuma dua ribu, tapi rasanya lebih dari itu,” katanya sambil tertawa kecil.
