Sejarah Pantai Batu Tahu tidak bisa dilepaskan dari pembangunan batu pemecah ombak yang dilakukan pemerintah pada masa lalu untuk mengurangi abrasi laut. Dari sanalah muncul julukan “Batu Tahu” karena bentuknya yang menyerupai tahu kotak. Seiring berjalannya waktu, pantai ini menjadi tempat berkumpul masyarakat lokal untuk bersantai dan kini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata populer di Bengkulu.
Dengan potensi alam yang indah, tiket masuk yang murah, serta aktivitas beragam yang bisa dilakukan, Pantai Batu Tahu menyimpan peluang besar untuk lebih dikembangkan. Jika fasilitas pendukung ditingkatkan, seperti area bermain anak, spot foto modern, dan kios kuliner yang lebih tertata, pantai ini bisa menjadi magnet wisata yang lebih besar.
Bagi masyarakat Bengkulu, Pantai Batu Tahu bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan juga bagian dari identitas kota yang selalu dirindukan. Pemandangan laut biru, burung-burung beterbangan, hingga sunset yang menawan membuat pantai ini tetap istimewa meski hanya berbiaya Rp2.000.
Seperti kata Nisa di akhir wawancaranya, “Kalau lagi suntuk, cukup datang ke Batu Tahu. Duduk sebentar, lihat laut, semua capek bisa hilang”.
Dengan segala daya tariknya, Pantai Batu Tahu membuktikan bahwa wisata sederhana pun bisa memberikan pengalaman berkesan. Sebuah tempat di mana alam, manusia, dan kehidupan sehari-hari menyatu dalam harmoni.
Baca juga: Pemprov Bengkulu tingkatkan daya saing wisata pulau terluar Enggano
Baca juga: Wamen Pariwisata: Danau Dendam Bengkulu miliki potensi wisata menarik
Mengunjungi ekowisata Air Terjun Batu Cincin Suku Rejang di Bengkulu
