Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, segera membagikan bantuan sebanyak 300 kotak susu formula kepada anak balita yang mengalami gizi kurang di daerah ini.
"Dalam waktu dekat bantuan susu dibagikan kepada anak balita gizi kurang di daerah ini," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Jajad Sudrajat di Mukomuko, Jumat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko tahun ini mendapat alokasi anggaran untuk membeli sebanyak 300 kotak susu formula bagi anak balita gizi kurang di daerah ini.
Dia mengatakan, susu formula sudah ada di dinas ini dan seluruh proses pembeliannya sudah selesai termasuk pembayarannya.
Bantuan susu formula dari pemerintah daerah ini nantinya, kata dia pula, masuk dalam program pemerintah untuk mengatasi anak balita yang gizi kurang di lokasi khusus (lokus) stunting di daerah ini.
Terkait dengan teknis pembagian bantuan susu formula, kata dia, diatur oleh lebih lanjut oleh bidang kesehatan masyarakat di dinas ini.
Sementara itu, bantuan susu formula yang diterima oleh setiap anak yang mengalami gizi kurang tergantung hitungan ahli gizi dari puskesmas daerah ini.
Meskipun anak yang alami gizi kurang menerima bantuan susu formula, bukan berarti sepenuhnya bisa mengatasi anak yang gizi kurang karena susu salah satu untuk pencetus saja bukan hanya meningkat berat badan anak.
Dia mengatakan, yang jelas untuk menambah berat badan anak yang alami gizi kurang selain susu dan dari makan, untuk itu makan anak juga harus diperhatikan.
Selain itu, dia menyatakan, meskipun susu formula bukan merupakan satu pilihan anak meningkat berat badannya, bantuan susu untuk anak ini yang tercepat.
Untuk itu, instansinya meminta kepada orang tua selain memberikan susu formula ke anak dan makan makanan bergizi yang protein hewani minimal sekali makan dua protein hewani ada telur ada ayam.
Karena, susu formula ini hanya sebagai salah faktor pendukung saja untuk anak yang gizi kurang meningkat berat badannya.
Sementara itu, berdasarkan data dari dinas ini sebanyak 428 anak yang mengalami gizi kurang, tetapi ratusan anak ini sudah tertangani semua oleh pemerintah daerah.
