Mukomuko (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengupayakan program digitalisasi pembelajaran untuk mengatasi masalah kekurangan daya listrik dan jaringan internet yang sering terjadi di sejumlah sekolah di daerah ini.
Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Ramon Hoski, mengatakan program digitalisasi yang digagas Pemerintah Pusat ini mencakup peningkatan infrastruktur listrik dan internet di sekolah-sekolah yang masih kekurangan fasilitas tersebut.
"Program digitalisasi ini akan membantu sekolah-sekolah yang menghadapi kekurangan daya listrik dan yang belum memiliki jaringan internet," kata Ramon Hoski di Mukomuko, Jumat.
Saat ini, sebanyak 71 sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Mukomuko masih menghadapi masalah kekurangan daya listrik yang menghambat kegiatan belajar mengajar. Selain itu, ada empat sekolah yang belum memiliki jaringan internet dan empat sekolah lainnya yang memiliki jaringan internet yang sangat lemah.
Untuk mendukung program digitalisasi, ia mengatakan sekolah-sekolah yang menghadapi masalah listrik dan internet akan dilaporkan dan diikutsertakan dalam skema program ini.
Dengan digitalisasi, diharapkan sekolah-sekolah dapat mengakses materi pembelajaran lebih luas dan efektif, serta memastikan infrastruktur pendukung tersedia dengan baik. Salah satu solusi yang diusulkan adalah pemanfaatan materi pembelajaran digital yang dapat diakses secara offline, sehingga siswa tidak perlu bergantung sepenuhnya pada pasokan listrik atau internet.
Selain itu, sejumlah sekolah di daerah ini mulai mengadopsi solusi energi terbarukan, seperti panel surya, untuk mendukung perangkat teknologi yang digunakan dalam digitalisasi. Dengan adanya panel surya, diharapkan ketergantungan pada listrik dari PLN yang sering mengalami gangguan dapat berkurang.
"Digitalisasi pendidikan, dengan pemanfaatan aplikasi dan platform belajar mandiri, memungkinkan siswa untuk terus belajar meskipun terjadi pemadaman listrik," ujar Ramon.
Penyimpanan data di cloud dan penggunaan aplikasi mobile ringan juga menjadi alternatif yang memungkinkan siswa mengakses materi pelajaran kapan saja dan di mana saja, meskipun ada kendala listrik atau koneksi internet yang tidak stabil.
Dengan langkah-langkah ini, digitalisasi diharapkan tetap menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Mukomuko.
