Jakarta (ANTARA) - Tim putri Indonesia gagal lolos ke putaran final semua alat Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 setelah menjalani sesi kualifikasi di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa.
"Menurut saya, anak-anak memang cukup baik, pada saat latihan, sama saat pertandingan, itu tidak beda. Kadang-kadang ada juga yang lebih baik, lebih baik daripada ini," kata pelatih tim senam putri Zahari usai kualifikasi.
Dua pesenam muda putri, Salsabilla Hadi Pamungkas dan Alarice Mallica Prakoso, masing-masing berada di posisi 65 dan 66.
Salsabila total mengumpulkan 44,432 poin. Ia memperoleh 12,933 poin pada kuda lompat, 9,800 poin pada palang bertingkat, 10,266 poin pada balok keseimbangan, dan 11,433 poin pada senam lantai.
Alarice mengumpulkan 44,266 poin, dengan rincian 11,900 pada kuda lompat, 10,600 pada palang bertingkat, 10,000 pada balok keseimbangan, dan 11,766 poin pada senam lantai.
Kejuaraan Dunia Senam 2025 merupakan debut Salsabila dan Alarice di ajang internasional. "Ini pertama kali aku turun di kejuaraan dunia, pasti melihat mereka juga menambah motivasi. Aku melihat mereka suatu saat aku juga seperti mereka. Itu menambah motivasi aku untuk melihat mereka untuk Olimpiade juga," ujar Salsabila.
Alarice juga merasa sangat terhormat bersaing dengan atlet elit dan melihat mereka berkompetisi secara langsung.
"Tapi untuk masalah mau upgrade, pasti aku selalu mau upgrade. Enggak usah karena melihat atlet lain. Cuma memang dari diri sendiri, aku memang ada target sendiri," kata Alarice.
"Aku memang punya mimpi sendiri untuk yang itu Olimpiade dari kecil. Jadi, pasti aku selalu ingin melebihi aku yang sekarang."
