Kota Bengkulu (ANTARA) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan telah melakukan evakuasi medis pertama dari Jalur Gaza sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai diberlakukan pada 10 Oktober 2025. Dalam operasi penyelamatan tersebut, WHO berhasil mengevakuasi 41 pasien dalam kondisi kritis bersama 145 pendamping yang turut membantu selama perjalanan.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Kamis menyampaikan kabar ini melalui unggahan di platform media sosial X. Ia mengatakan misi ini merupakan langkah awal penting setelah berbulan-bulan evakuasi medis tertunda akibat serangan intens Israel yang melumpuhkan sebagian besar fasilitas kesehatan di Gaza.
“WHO hari ini memimpin evakuasi medis 41 pasien kritis dan 145 pendamping dari Gaza operasi pertama sejak gencatan senjata diberlakukan,” tulis Tedros dikutip Anadolu. Ia menyebut operasi ini sebagai momen harapan baru bagi ribuan warga yang telah lama menunggu bantuan medis yang layak.
Namun, di balik kabar baik ini, situasi kemanusiaan di Gaza masih sangat genting. Menurut WHO, sekitar 15 ribu pasien lainnya masih menunggu izin untuk keluar dari Gaza guna mendapatkan perawatan di luar wilayah tersebut. Banyak di antara mereka adalah pasien dengan kondisi serius, seperti luka parah akibat serangan, penyakit kronis, dan anak-anak yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Tedros menekankan sistem kesehatan di Gaza saat ini hampir runtuh. Banyak rumah sakit hancur, kekurangan pasokan obat-obatan, listrik, dan air bersih. Ia juga menyoroti bahwa tenaga medis di Gaza bekerja dalam tekanan ekstrem dengan sumber daya yang sangat terbatas.
“Kami menyerukan kepada semua negara untuk menunjukkan solidaritas kemanusiaan dan membuka lebih banyak jalur evakuasi medis agar pasien dapat segera menerima perawatan,” ujarnya.
Gencatan senjata yang difasilitasi oleh Amerika Serikat, Turki, Mesir, dan Qatar sejak awal Oktober memberi sedikit ruang bagi operasi kemanusiaan untuk bergerak. Namun, akses bantuan dan evakuasi medis masih dibatasi oleh Israel, membuat ribuan warga Gaza tetap terjebak dalam kondisi memprihatinkan.
Evakuasi yang dilakukan WHO ini diharapkan menjadi awal dari serangkaian misi penyelamatan berikutnya, demi menyelamatkan ribuan nyawa yang masih menunggu pertolongan.
