Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Borneo FC memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi delapan pertandingan setelah mencukur tuan rumah Arema FC 3-1 dalam pertandingan BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu.
Tiga gol Borneo FC dicetak oleh Mariano Peralta, Douglas Coutinho, dan Juan Villa, sedangkan gol balasan tuan rumah diciptakan oleh Dalberto Luan.
Arema FC juga harus bermain dengan sembilan pemain setelah Julian Guevara dan Bayi Setiawan mendapatkan kartu merah.
Borneo langsung menggebrak Arema FC pada babak pertama melalui pola permainan kolektif.
Mariano Peralta mencetak gol cepat untuk Borneo pada menit ke-3 setelah menaklukkan penjaga gawang Arema Adi Satryo, yang seketika membuat penonton di Stadion Kanjuruhan terhenyak.
Borneo makin kesetanan, sedangkan tuan rumah kesulitan membongkar pertahanan rapat tim tamu.
Keunggulan 1-0 untuk Borneo bertahan hingga wasit Steven Yubel Poli meniup peluit panjang akhir pertandingan babak pertama.
Pada babak kedua, Arema mencoba mengambil kendali permainan. Dalberto Luan dan kawan-kawan memburu gol penyeimbang.
Keunggulan pemain membuat Borneo lepas dari tekan dan semakin leluasa mengeksplorasi lini pertahanan tuan rumah.
Pada menit ke-69 Vinicius Silva hampir menggandakan keunggulan Borneo setelah menerobos pertahanan Arema FC. Namun, usahanya digagalkan oleh Adi Satryo.
Tapi setelah itu Borneo tak tertahankan setelah Douglas Countinho pada menit ke-78 dan Juan Villa pada menit ke-90+11 membuat timnya memimpin 3-0, sebelum Dalberto membawa Arema memperkecil kekalahan menjadi 1-3 dari titik penalti pada menit 90+7.
Komentar pelatih Arema
Pelatih Arema FC Marcos Santos mengungkapkan kebobolan di awal pertandingan dan kepemimpinan wasit yang tak maksimal menjadi dua penyebab kalah 3-1 dari Borneo FC.
"Gol (Borneo) membuat pemain sulit menerapkan taktik. Kami kesulitan untuk balas (mencetak gol) hari ini," kata Marcos dalam konferensi pers di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu.
Pada pertandingan di Stadion Kanjuruhan itu Borneo mengejutkan Arema FC dengan mencetak gol cepat pada menit ke-3 melalui Mariano Peralta.
Setelah kecolongan, Marcos menyatakan para pemain sebenarnya terus membongkar pertahanan lawan tapi gagal.
Kemudian pada babak kedua, para pemain kembali berusaha mengambil momentum untuk mencari gol penyeimbang.
Para pemainnya disebutnya tampil lebih siap, tapi wasit justru memberikan beberapa kartu kuning kepada Julian Guevara, Bayu Setiawan, Betinho, dan Dalberto Luan.
Julian dan Bayu kemudian diusir dari akibat menerima kartu merah setelah dinilai melakukan pelanggaran keras kepada pemain Borneo.
Marcos menyebut tampil dengan sembilan pemain bukan perkara mudah, apalagi menghadapi lawan yang lagi memuncaki klasemen dan sedang terus-terusan menang.
Pelatih asal Brasil berjanji menjadikan kekalahan dari Borneo sebagai pelajaran berharga dan bahan evaluasi.
Kekalahan dari Borneo menambah catatan negatif Arema di Stadion Kanjuruhan di mana dari tiga pertandingan Singo Edan tak sekalipun memenangkan partai kandangnya.
Pemain Arema FC Matheus Blade mengatakan tim sudah tampil baik, tapi dengan dua kartu merah membuat mereka kesulitan mengejar ketertinggalan.
Blade menegaskan seluruh pemain Arema sudah bermain dengan penuh tanggung jawab.
"Tapi kali ini kami belum bisa memenangkan pertandingan," tutur legiun asing asal Brasil ini.
Susunan pemain:
Arema FC: Adi Satryo, Julian Guevara, Arkhan Vikri, Paulinho, Ian Puleio, Matheus Blade, Luiz Gustavo, Betinho, Bayu Setiawan, Alfarizie, Dalberto.
Pelatih: Marcos Santos.
Borneo FC: Nadeo Arga Winata, Maicon, Kei Hirose, Vinicius Silva, Mariano Peralta, Fajar Fathurrahman, Komang Teguh, Juan Villa, Christophe Nduwarugira, Caxambu, Rivaldo Pakpahan.
Pelatih: Fabio Lefundes.
