Semarang (ANTARA) - PT KAI membatalkan perjalanan 16 KA yang melintas di Kota Semarang, Jawa Tengah, menuju wilayah timur dan sebaliknya akibat banjir yang masih menggenangi sebagian jalur rel antara Stasiun Semarang Tawang hingga Stasiun Alastua, Rabu.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan rekayasa pola operasi KA masih dilakukan akibat banjir yang menggenangi jalur rel tersebut.
Adapun kereta yang dibatalkan keberangkatannya adalah KA Kedung Sepur, KA Blora Jaya, KA Joglosemarkerto, KA Ambarawa Ekspres serta KA Banyubiru.
Selain pembatalan perjalanan belasan KA, kata dia, pola operasi juga dilakukan terhadap sejumlah kereta jarak jauh yang diputar melalui jalur selatan.
Sejumlah perjalanan kereta yang harus memutar melalui jalur selatan adalah KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya-Jakarta, KA Matarmaja relasi Malang-Jakarta, KA Airlangga relasi Surabaya-Jakarta, serta KA Sembrani relasi Surabaya-Jakarta.
"PT KAI menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang terjadi dan memastikan pengembalian tiket 100 persen bagi penumpang yang batal berangkat," katanya.
Menurut dia, PT KAI juga berupaya untuk segera melakukan normalisasi jalur yang tergenang banjir.
KAI, lanjut dia, juga telah mengoperasikan lokomotif khusus yang bisa melintas di genangan banjir untuk menekan angka keterlambatan perjalanan KA.
Hujan yang mengguyur Kota Semarang pada Selasa (28/10) pagi mengakibatkan sejumlah titik di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut tergenang banjir hingga Rabu.
Salah satu titik terparah banjir berada di kawasan Jalan Kaligawe yang merupakan jalur Pantura yang menghubungkan Kota Semarang dan Kabupaten Demak.
Kerahkan seluruh pompa air
Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terus bekerja keras dengan mengerahkan seluruh pompa air yang dimiliki untuk menangani banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kota Semarang.
Kepala DPU Kota Semarang Suwarto, di Semarang, Selasa, mengungkapkan seluruh infrastruktur penanganan banjir diaktifkan dan beroperasi optimal, termasuk dukungan darurat untuk Rumah Pompa Pasar Waru yang tengah dalam perbaikan.
Meskipun Rumah Pompa Pasar Waru yang dikelola BBWS masih dalam upaya perbaikan, pihaknya segera mengambil tindakan darurat.
"Kami telah mengerahkan tiga unit pompa mobile DPU dengan kapasitas total 2x250 liter per detik (lps) untuk membantu mem-back up area Pasar Waru dan sekitarnya," katanya.
Seperti diketahui, hujan yang turun selama beberapa jam pada Selasa pagi telah mengakibatkan beberapa wilayah di ibu kota Provinsi Jawa Tengah tergenang air dengan ketinggian yang bervariasi.
Menurut dia, pengerahan pompa mobile tersebut merupakan langkah cepat Pemkot Semarang untuk memastikan penanganan genangan tetap berjalan tanpa hambatan selama proses perbaikan pompa utama.
Ia melaporkan bahwa pompa-pompa kunci di wilayah rawan genangan banjir telah beroperasi penuh.
"Pompa di Trimulyo, Genuk, terpantau aktif dan siap siaga memompa air hujan keluar dari kawasan yang rawan genangan. Demikian pula, pompa di Jalan Majapahit juga dilaporkan aktif dan beroperasi optimal untuk mengendalikan debit air di area tersebut," katanya.
Menanggapi laporan warga terkait pompa di Muktiharjo Kidul yang sempat mati, Suwarto memberikan penjelasan teknis.
Ia mengatakan bahwa langkah tersebut terpaksa dilakukan dengan pertimbangan efektivitas dan efisiensi, melihat kondisi debet air di Sungai Tenggang yang tinggi.
"Informasi dari operator sementara dimatikan karena level air di Tenggang limpas sampai kolam retensi sehingga air hanya akan berputar di situ-situ saja jika dipompa. Kami harus menunggu elevasi Tenggang turun dahulu agar operasional pompa dapat maksimal," katanya.
Hal tersebut juga menjadi alasan pompa-pompa lainnya yang berada di Bawah Tol Kaligawe, Kaligawe Raya, Muktiharjo Lor, Kampung Semarang, Kencono Selatan Utara, dan Padi Raya dimatikan sementara.
