Bengkulu (ANTARA) - Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengusulkan pembangunan infrastruktur tiga kawasan transmigrasi di Provinsi Bengkulu ke pemerintah pusat.
"Kawasan yang kami usulkan meliputi Kota Terpadu Mandiri (KTM) dengan penambahan fasilitas Islamic Center yang nilainya tidak sampai Rp10 miliar. Mudah-mudahan bisa terealisasi pada tahun 2026," katanya di Bengkulu Rabu.
Dua lagi kawasan yang diusulkan, lanjut dia, yakni kawasan pulau terluar Indonesia di Bengkulu, Enggano yang termasuk dalam program Inpres, serta kawasan Padang Ulak Tanding di Kabupaten Rejang Lebong yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan.
Usulan tersebut sebagai upaya mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah transmigrasi Provinsi Bengkulu.
Mian mengatakan telah membawa langsung proposal usulan pembangunan infrastruktur ke Wakil Menteri Transmigrasi RI Viva Yoga Mauladi, di Kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Jakarta pada Selasa (28/10).
Menurut Mian pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi tingginya biaya logistik dan ongkos ekonomi di daerah terpencil.
“Pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi akan membuka akses ekonomi baru dan mempercepat pemerataan pembangunan antarwilayah,” kata dia.
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyampaikan apresiasi terhadap langkah proaktif Pemerintah Provinsi Bengkulu yang terus berupaya memperjuangkan pembangunan bagi wilayah transmigrasi.
"Usulan dari Pak Wakil Gubernur sangat baik. Nanti bisa terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan tim kami terkait alokasi dan tindak lanjutnya," ujarnya.
Pertemuan dengan Wamen Transmigrasi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov Bengkulu dalam menjalin sinergi dengan Pemerintah Pusat guna memperkuat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigrasi di seluruh wilayah Bengkulu.
