Bengkulu (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu menyatakan nilai tukar petani (NTP) Provinsi Bengkulu hingga September 2025 angkanya dicatat jauh lebih tinggi dari nasional dan menunjukkan daya beli petani yang kuat, yaitu sentuh 208,73 poin.
"NTP Bengkulu pada September 2025 berada 208,73 poin, tumbuh tumbuh 3,43 persen mtm, jauh di atas nasional, menandakan daya beli petani yang kuat di seluruh subsektor," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Bengkulu Muhammad Irfan Surya Wardana di Bengkulu, Rabu.
NTP Bengkulu berada pada 208,73 poin sedangkan pada periode yang sama, nilai NTP nasional dicatat pada 124,36 poin.
"Bahkan angka NTP Bengkulu jauh lebih tinggi dari nilai target yang ditetapkan pada RPJMD Provinsi Bengkulu," kata dia.
Irfan mengatakan nilai NTP tanaman dalam RPJMD yakni sebesar 97,94 poin, kemudian NTP hortikultura sebesar 105,15 poin dan NTP perkebunan 124,04 poin.
Dengan tingginya NTP Provinsi Bengkulu diharapkan menjaga daya beli petani tetap tinggi dan tentunya terus mengakselerasi tingkat kesejahteraan petani serta memberikan efek lebih besar pada perekonomian daerah.
Hal itu karena perekonomian Provinsi Bengkulu sampai 2025 ini porsi besarnya masih ditopang dari sektor perekonomian dan konsumsi.
Perekonomian Provinsi Bengkulu ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Kontribusi sektor tersebut terhadap ekonomi Bengkulu bahkan mencapai 31 persen.
"Untuk pertumbuhan ekonomi Bengkulu juga menunjukkan resiliensi, momentum positif terjaga di tengah dinamika nasional dan global. Ekonomi Bengkulu mampu tumbuh 4,99 persen pada September 2025, sedikit lagi sama dengan nasional yang tumbuh 5,12 persen," katanya.
