Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, meminta masyarakat di daerah itu agar melaporkan ke dinas ini bila menemukan pupuk yang mereka gunakan palsu.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Fitriani Ilyas di Mukomuko, Kamis, mengatakan, kalau ada keresahan masyarakat tentang adanya pupuk palsu, harusnya masyarakat bijak.
"Kalau memang ada temuan silahkan buat laporan, walaupun masih ada keraguan apakah pupuk asli atau palsu, karena dasar itu nanti lah kami turun," katanya.
Dia mengatakan, karena instansinya tidak mungkin melakukan pengecekan dan pengawasan semua pupuk non-subsidi yang dijual di warung karena keterbatasan sumber daya manusia.
Kendati demikian, pihaknya kemungkinan ke depan tetap akan melakukan pengawasan pupuk non-subsidi bertahap.
Untuk melakukan pengawasan dan pengecekan pupuk non-subsidi, kata dia, sebenarnya harus ada tim karena keterbatasan baik anggaran dan sumber daya manusia sehingga pengawasan fokus pada pupuk bersubsidi.
Masyarakat petani di Kelurahan Pasar Mukomuko Dedi mengatakan seharusnya instansi terkait tidak hanya mengawasi dan mengecek pupuk subsidi saja termasuk pupuk yang non-subsidi.
Dia menilai, berbagai jenis pupuk non-subsidi yang digunakan untuk bahan penyubur tanaman kelapa sawit saat ini kurang bagus dan terkesan tidak mampu menyuburkan tanaman kelapa sawit.
"Kami membeli pupuk dengan harga yang cukup mahal tetapi tidak ada banyak membantu untuk meningkatkan produktifitas tanaman kelapa sawit," ujarnya.
Dia memastikan, tidak ada yang salah dengan petani baik waktu dan dosis pupuk yang digunakan untuk tanaman kelapa sawit.
Untuk itu, dia merasa heran mengapa pupuk yang digunakan tidak berdampak terhadap tanaman kelapa sawit, hasilnya sebanyak itu juga sejak pertama padahal dalam kondisi bukan musim trek atau buah sawit sedikit berbuah.
