Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menghubungi pengusaha SPBU guna menanyakan mengapa tiga hari ini terjadi kelangkaan bahan bakar umum (BBM) pertalite dan pertamax di daerah ini.
"Kami sudah menanyakan ke pemilik SPBU, rupanya kuota BBM di SPBU Bandar Ratu kurang, kalau kuota BBM SPBU Penarik dan Arah Tiga tetap delapan ton per hari dan di dua stasiun ini lancar," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Mukomuko Nurdiana saat dihubungi dari Mukomuko, Jumat.
Dia mengatakan hal itu menanggapi keluhan warga di wilayah Kecamatan Kota Mukomuko yang kesulitan mendapatkan BBM baik pertalite maupun pertamax di SPBU Kelurahan Bandar Ratu.
Sebanyak lima SPBU yang beroperasi di daerah ini, yakni SPBU di Kecamatan Ipuh, SPBU Desa Tunggang, SPBU di Kecamatan Penarik, SPBU di Kelurahan Bandar Ratu, dan SPBU Desa Arah Tiga.
Menurut dia, sebenarnya masalah kuota BBM, selain kuota BBM di SPBU Kelurahan Bandar Ratu yang kurang, dan kuota BBM untuk daerah ini pada akhir tahun sudah mau habis.
Berkaitan dengan kuota BBM untuk Kabupaten Mukomuko, kata dia pula, seharusnya setiap tahun ditambah sesuai dengan jumlah penambahan kendaraan bermotor di daerah ini.
Seharusnya, ada usulan penambahan kuota BBM untuk Kabupaten Mukomuko melalui ESDM kepada Pertamina pusat, sedangkan lokasi pengiriman dari Kota Bengkulu dan Padang.
"Di akhir tahun ini kami mewanti-wanti kuota BBM habis, tetapi kami tidak tahu berapa sebenarnya kuota BBM untuk daerah ini, biasanya jatah BBM setiap hari yang masuk ke setiap SPBU sebanyak delapan ton," ujarnya.
Selain itu, kata dia pula, kemungkinan BBM di SPBU Mukomuko cepat habis karena pihak SPBU daerah ini masih melayani pembelian BBM menggunakan jeriken.
Sementara itu, Wahyu, warga Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto mengaku kesulitan mendapatkan BBM baik di SPBU maupun di pertashop dekat rumahnya.
"BBM di pertashop kosong, di SPBU antreannya sangat panjang, pas giliran saya BBM habis," ujarnya.
