Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Sebanyak 18 pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) Desa Tanjung Beringin, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu terdeteksi menderita kecacingan.
Laporan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM) atau Analis Kesehatan pada giat pemeriksaan kecacingan dan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) yang digagas Dinas Kesehatan (Dinkes) Rejang Lebong bersama Poltekes Kemenkes Bengkulu, Selasa.
"Dari 117 pelajar yang diperiksa oleh ATML, ada belasan siswa bahkan lebih yang positif terdampak kecacingan," kata Koordinator pelaksana kegiatan pemeriksaan kecacingan Poltekes Kemenkes Bengkulu Prof Demsa Simbolon.
Dia menjelaskan, pemeriksaan kecacingan di salah satu sekolah ini dilaksanakan pihaknya bekerja sama dengan Dinkes Rejang Lebong.
Tindak lanjut dari temuan ini, kata dia, pihak Dinkes Rejang Lebong langsung memberikan obat cacingan kepada para siswa, agar cacing yang ada di dalam usus tidak berkembang dengan cepat.
Poltekes Kemenkes Bengkulu sendiri dalam kegiatan itu bersama Dinkes Rejang Lebong juga memberikan edukasi secara langsung kepada pihak sekolah maupun para siswa, agar dapat menjaga kebersihan untuk terhindar dari yang namanya kecacingan ini.
Koordinator P2PM Dinkes Rejang Lebong Titin Julita menjelaskan setelah mendapat informasi adanya pelajar tingkat SD yang terindikasi cacingan langsung melakukan upaya pencegahan dengan jalan membagikan obat cacingan secara gratis.
Pemeriksaan kecacingan yang dilakukan di Desa Tanjung Beringin itu sendiri, kata dia, karena sebelumnya ada kasus kecacingan yang terjadi di wilayah ini. Namun kedepannya kegiatan seperti ini juga akan kita perluas lagi jangkauannya untuk membantu mensukseskan program MBG.
"Karena jika anak cacingan, MBG yang dimakan juga tidak terserap dan menjadi nutrisi karena dimakan oleh cacing yang ada di dalam usus,” jelasnya.
