Digitalisasi dan Akses Inklusif
Anton menambahkan bahwa digitalisasi menjadi kunci pertumbuhan layanan syariah. Melalui aplikasi BSI Mobile, nasabah kini bisa melakukan pembelian, penjualan, dan pemantauan harga emas secara real time.
“Kami ingin layanan syariah bisa diakses dari mana saja. Cukup lewat ponsel, masyarakat sudah bisa menabung emas tanpa harus datang ke kantor cabang,” katanya.
BSI juga aktif melakukan edukasi keuangan melalui kegiatan literasi digital dan sinergi dengan komunitas, termasuk kalangan jurnalis dan pelaku media.
“Peran media sangat penting untuk mendorong literasi finansial. Kami berharap rekan-rekan media ikut mengedukasi publik agar masyarakat lebih cerdas mengelola keuangannya secara syariah,” tambahnya.
Baca juga: Bengkulu Media Summit 2025 wadah mendorong media lokal agar naik kelas
Dukungan untuk Ekonomi Bengkulu
Dalam konteks daerah, Anton menyebut BSI berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi Bengkulu melalui pembiayaan mikro, UMKM, dan layanan berbasis emas. Program Bank Emas diharapkan mampu mendorong masyarakat menabung sekaligus meningkatkan daya tahan ekonomi keluarga.
“BSI tidak hanya fokus pada pembiayaan, tapi juga pada pemberdayaan. Kami ingin masyarakat Bengkulu punya akses lebih luas terhadap produk keuangan syariah yang berkelanjutan,” tegasnya.
Sinergi Media dan Perbankan Syariah
Acara Bengkulu Media Summit 2025 menjadi ajang bagi BSI memperkenalkan inovasi produk syariah kepada kalangan media lokal. Anton menilai, media memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi inklusif dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.
“Kami percaya jurnalisme yang konstruktif bisa menjadi mitra penting dalam membangun ekonomi umat. Literasi finansial harus menjadi gerakan bersama,” tutup Anton.
