Bandung (ANTARA) - Kabar duka menghinggapi dunia perbankan Jawa Barat, di mana Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau Bank BJB Yusuf Saadudin dikabarkan meninggal dunia pada Jumat dini hari.
Berdasarkan keterangan yang diterima Antara, almarhum yang bernama lengkap Yusuf Saadudin bin Syahidin, meninggal dunia pada Jumat, 14 November 2025, pada pukul 00.30 WIB di Rumah Sakit Mayapada Bandung.
Jenazah almarhum kemudian disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jl Gamelan Nomor 4 Bandung.
Kantor Kemitraan Alumni dan Dana Abadi (KKADA) Universitas Padjadjaran turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Yusuf yang merupakan alumni Fakultas Ekonomi Bisnis jurusan Akuntansi dan Magister Hukum Ekonomi dan Bisnis.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah SWT melapangkan kuburnya, mengampuni segala dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di sisi terbaik. Semoga pengabdian dan kebaikan beliau menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya," tulis @kantor.alumniunpad.
Belasungkawa juga disampaikan Kepala BP Rebana Helmy Yahya pun turut berduka cita atas meninggalnya Yusuf yang disebutnya orang baik.
"Saya bersaksi beliau adalah orang baik dan semoga Allah menerima amal ibadahnya. Padahal baru minggu lalu saya bertemu beliau di kantor Bank BJB Bandung ketika beliau menjamu Prof Burhanudin Abdullah dan bertemu juga di kantor Bank BJB Jakarta Tower yang saat itu dikunjungi @dedimulyadi71," tulis Helmy.
Yusuf Saadudin ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk atau Bank BJB (BJBR) pada Kamis (13/3/2025) lalu.
Kehilangan salah satu motor transformasi
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) mengungkapkan mereka dan perbankan daerah umumnya, kehilangan salah satu motor transformasi, bersamaan dengan kabar duka bahwa Direktur Utama BJB Yusuf Saadudin wafat pada Jumat dini hari pukul 00.30 WIB di Bandung.
Menurut manajemen, Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh insan Bank BJB melalui keterangan resminya di Bandung, Jumat pagi, kabar duka ini mengagetkan dunia perbankan, khususnya daerah, karena Yusuf dikenal sebagai tokoh kunci yang tengah mendorong percepatan transformasi Bank BJB.
Selama memimpin, Yusuf menjadi figur sentral di balik strategi penguatan permodalan, perluasan kemitraan bisnis, dan modernisasi layanan digital yang mendorong Bank BJB berada dalam lintasan pertumbuhan baru.
Ia juga dikenal menanamkan budaya kerja berbasis tata kelola kuat dan pengembangan talenta, yang merupakan dua fondasi yang kini menjadi arah transformasi bank.
Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, Herfinia, menyebut Yusuf sebagai sosok yang meninggalkan jejak mendalam bagi perusahaan.
"Kami sangat kehilangan sosok pemimpin yang memberikan kontribusi luar biasa bagi pertumbuhan dan transformasi Bank BJB. Integritas dan nilai-nilai yang beliau tanamkan menjadi warisan berharga bagi kami. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," kata Herfinia.
Meski ditinggalkan pucuk pimpinan, manajemen memastikan seluruh proses bisnis dan layanan intermediasi tetap berjalan normal sesuai ketentuan Good Corporate Governance (GCG). Mekanisme tata kelola perusahaan akan menjadi dasar bagi penetapan kebijakan lanjutan.
Bank BJB juga mengajak seluruh mitra, pemegang saham, nasabah, dan masyarakat untuk mendoakan Yusuf agar amal ibadahnya diterima dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Perusahaan juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan doa yang disampaikan berbagai pihak.
