Bengkulu (ANTARA) - Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengajak sosok ayah untuk tidak merusak hubungan mereka dengan anak dan keluarga hanya karena terlalu lama berinteraksi dengan gawai.
"Handphone ini jangan sampai merusak hubungan antara anak dengan ayah dan dengan keluarga. Karena hasil survei 7-8 jam interaksi kebanyakan dengan handphone," kata Wakil Gubernur Bengkulu Mian dalam memperingati Hari Ayah dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Bengkulu, Jumat.
Dia mengatakan perlunya tidak hanya kualitas hubungan ayah dan anak, namun juga kuantitas hubungan komunikasi dan interaksi ayah dan anak demi memastikan tumbuh kembang sang anak benar-benar mendapatkan perhatian dari kedua orang tua mereka.
"Mau tidur pegang handphone, bangun tidur pegang handphone. Ini harus kita kurangi, sehingga interaksi keluarga menjadi yang sangat baik (anak mendapatkan kasih sayang perhatian yang cukup dari orang tua)," kata dia.
Peringatan Hari Ayah Nasional 2025
dipusatkan di Provinsi Bengkulu. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar peringatan Hari Ayah Nasional 2025, Jumat, 14 November 2025.
Peringatan hari ayah itu menjadi momentum untuk menguatkan peran ayah dalam membangun keluarga yang berkualitas, tangguh, dan bebas stunting.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyampaikan bahwa Hari Ayah Nasional bukan sekadar seremonial, melainkan ajakan bagi seluruh masyarakat untuk menumbuhkan kembali kesadaran pentingnya peran seorang ayah dalam tumbuh kembang anak dan kesejahteraan keluarga.
"Ayah memiliki peran strategis dalam pengasuhan, perlindungan, dan pendidikan anak. Dukungan ayah terhadap ibu dan anak berkontribusi besar dalam menciptakan keluarga sehat dan mencegah stunting," ujarnya.
Wagub Mian: Ayah jangan rusak hubungan dengan anak karena gawai
Jumat, 14 November 2025 14:25 WIB 737
Wakil Gubernur Bengkulu Mian pada peringatan Hari Ayah Nasional di Bengkulu, Jumat (14/11/2025). ANTARA/Boyke Ledy Watra
