Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu optimistis melalui kegiatan optimasi lahan non-rawa berupa pembangunan sumur bor, maka di tahun 2026 petani sawah tadah hujan di Kecamatan Ipuh akan bisa tanam padi tiga kali dalam setahun.
Subkoordinator Saprodi, Alsintan dan Pembiayaan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Dodi Hardiansyah, Jumat, mengatakan, sembilan kelompok tani di Mukomuko tahun ini mendapat program oplah non-rawa dengan luas lahan persawahan seluas 809 ha dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
"Dari sembilan kelompok tani, enam di Kecamatan Ipuh dengan luas lebih 100 ha ditambah dukungan kegiatan jaringan irigasi air tanah dari Balai Wilayah Sungai, maka 2026 petani di Kecamatan Ipuh Insya Allah bisa tanam padi tiga kali setahun," katanya.
Dia mengatakan, kalau sekarang ini petani kadang tanam padi, kadang tidak karena mereka menunggu hujan turun karena sawah di wilayah Kecamatan Ipuh tadah hujan.
Ke depan, ia meminta dukungan pembangunan jaringan irigasi untuk mengalirkan air ke sawah. Sekarang masih menggunakan pipa salur dari tinggi ke rendah.
Dia mengatakan, kegiatan oplah non-rawa di Kecamatan Ipuh berupa pembangunan enam sumur bor dan operasionalnya memakai jaringan listrik untuk keberlanjutan program tersebut.
Mengapa menggunakan jaringan listrik selain sesuai dengan perencanaan awal dan keberlangsungan serta operasional lebih efektif. Apabila jangkauan jauh memakai tiang dan hal ini sudah dikoordinasikan dengan pihak PLN.
Sementara itu, sebanyak tiga kecamatan di daerah sejauh 270 kilometer sebelah utara Kota Bengkulu yang mendapat program oplah dari Pemerintah Pusat, yakni Kecamatan Selagan Raya, Kecamatan Ipuh, Kecamatan Malin Deman.
Realisasi kegiatan oplah non-rawa yang diterima oleh sembilan kelompok tani di daerah ini sekitar 60 persen, bahkan ada lima kelompok tani yang sudah menyelesaikan pekerjaan 100 persen dan sudah siap dimanfaatkan.
Sedangkan, optimasi lahan non-rawa di sebagian tempat lainnya memang masih berproses seperti fisik di perencanaan enam yang selesai tiga titik dan sudah dimanfaatkan seperti di Desa Sungai Jerinjing, Sungai Gading, Sungai Ipuh I sudah 100 persen.
Dia menargetkan, Insya Allah akhir bulan ini pekerjaan selesai 100 persen dan bangunan sudah bisa dimanfaatkan dengan baik dengan mutu terbaik.
