Jakarta (ANTARA) - Curacao memastikan tempat di Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang Jamaika 0-0 dalam laga terakhir Kualifikasi Zona Concacaf di Independence Park Stadium, Jamaika, yang mengamankan puncak klasemen Grup B.
Jalannya pertandingan berlangsung ketat sejak awal, dengan kedua tim kesulitan menciptakan peluang bersih. Jamaika yang membutuhkan kemenangan untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026 mencoba menekan melalui Greg Leigh dan Demarai Gray, sementara Curacao mengandalkan kreativitas Leandro Bacuna dan Juninho Bacuna untuk membangun serangan.
Curacao hampir membuka keunggulan pada menit ke-15 ketika Leandro Bacuna melepaskan tembakan jarak jauh, namun kiper Andre Blake sigap menepis bola. Peluang emas kembali hadir di menit ke-21 saat Locadia melepaskan tembakan kaki kiri, tetapi Blake kembali melakukan penyelamatan penting.
Jamaika tak tinggal diam. Pada menit ke-55, Greg Leigh memperoleh peluang terbaik tuan rumah setelah menerima umpan lambung dan menyundul bola dengan keras, namun kiper Eloy Room melakukan penyelamatan pertama bagi Curacao sekaligus menggagalkan upaya tersebut.
Drama terjadi pada menit ke-71 ketika Curacao sempat mencetak gol melalui Jeremy Antonisse, tetapi dianulir karena offside. Ketegangan meningkat memasuki 10 menit terakhir pertandingan, termasuk kartu kuning bagi Jon Russell dan Antonisse pada menit ke-82 akibat perselisihan di lapangan.
Puncak ketegangan terjadi pada menit ke-86 ketika bola mengenai tiang gawang melalui sundulan Bailey Cadamarteri dari Jamaika. Sesaat setelah itu, Russell melakukan pelanggaran terhadap Locadia dan menerima kartu kuning kedua yang membuat Jamaika bermain dengan 10 pemain.
Insiden terbesar muncul di masa tambahan waktu di menit 90+5. Dujuan Richards dijatuhkan di kotak penalti oleh Antonisse, namun setelah peninjauan VAR langsung di monitor pinggir lapangan, wasit membatalkan penalti untuk Jamaika. Keputusan ini berganti menjadi tendangan sudut untuk peluang terakhir Jamaika.
Jamaika mencoba terus menciptakan peluang untuk mencetak gol, namun hingga peluit panjang dibunyikan pada menit ke-90+10, kedudukan tetap 0-0 dan memastikan Curacao mengakhiri fase grup sebagai pemuncak klasemen dengan 12 poin, unggul satu poin dari Jamaika.
Dengan capaian tersebut, Timnas Curacao yang pernah dilatih oleh Patrick Kluivert yang juga mantan pelatih kepala Timnas Indonesia yang digadang-gadang bisa membawa Garuda ke Piala Dunia 2026, memastikan diri lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola mereka.
Hasil ini juga mengukuhkan performa konsisten Curacao di Grup B yang sebelumnya mencatat tiga kemenangan dan tiga hasil imbang tanpa kekalahan.
Haiti lolos setelah penantian 52 tahun
Haiti memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Nikaragua 2-0 pada laga terakhir Grup C kualifikasi zona CONCACAF di Stadion Ergilio Hato, Curacao, Rabu WIB, yang mengakhiri penantian 52 tahun sejak terakhir tampil pada edisi 1974.
Tim asuhan Sebastien Migne itu menyarangkan gol cepat Haiti pada menit kedelapan melalui Louicius Deedson yang melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Keunggulan tersebut membuat Haiti menguasai permainan sejak awal dan menekan pertahanan Nikaragua.
Haiti menggandakan keunggulan pada masa tambahan waktu babak pertama lewat Ruben Providence yang menyambar umpan silang rendah di depan gawang. Gol itu memperkuat posisi Haiti untuk mengamankan satu tempat di Piala Dunia.
Nikaragua mencoba meningkatkan tekanan pada babak kedua, termasuk peluang sundulan Quijano pada menit ke-82 yang berhasil diamankan kiper Haiti. Namun, upaya yang dilakukan belum cukup untuk mengubah keadaan.
Sepanjang pertandingan, Haiti tampil lebih dominan dan mampu meredam perubahan strategi Nikaragua yang mencoba menekan melalui serangan sayap serta umpan panjang. Pertahanan Haiti tetap solid hingga peluit akhir dibunyikan.
Kemenangan ini memastikan Haiti kembali ke panggung Piala Dunia setelah lebih dari lima dekade, sekaligus menutup rangkaian kualifikasi dengan capaian bersejarah menuju turnamen sepak bola dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tahun depan.
