Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mendukung kecamatan dan desa memiliki strategi dan inovasi dalam percepatan penurunan kasus stunting di daerah ini.
"Pemerintah daerah mengapresiasi inovasi ini dan harapan semua kecamatan dan desa mengambil peran masing-masing untuk melakukan penanganan dan penurunan kasus stunting," kata Asisten I Bagian Kesra dan Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Mukomuko Haryanto di Mukomuko, Sabtu.
Haryanto menyampaikan hal itu ketika menghadiri kegiatan peluncuran Inovasi "Genting Tenan" atau Gerakan Penanganan Stunting Terpadu dan Berkelanjutan oleh Kecamatan XIV Koto.
Pemerintah Kecamatan XIV Koto meluncurkan Inovasi Genting Tenan tersebut supaya semua pihak terkait di wilayah ini berkolaborasi menjadi bapak angkat anak-anak yang menderita stunting.
Sejalan dengan inovasi tersebut, Haryanto mengajak semua pihak khususnya di Kecamatan XIV Koto dan Kabupaten Mukomuko pada umumnya bersama-sama menangani stunting di daerah yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat.
Dia sangat yakin, apabila persoalan ini ditangani secara fokus dan edukasi dilakukan secara berkesinambungan, Insya Allah tidak akan ada lagi stunting di daerah ini.
Kemudian, dia menilai inovasi ini merupakan cita-cita Bapak Mukomuko Choirul Huda dan Wabup Rahmadi AB serta Presiden RI guna mewujudkan Generasi Emas Tahun 2045.
Camat XIV Koto Singgih Pramono mengatakan pihaknya mengadakan kegiatan ini guna memperkenalkan ini Inovasi Genting Tenan kepada masyarakat luas khususnya di kecamatannya.
"Inovasi ini merupakan salah satu bentuk intervensi kebijakan dan kepedulian yang ditunjukkan Pemerintah Kecamatan XIV Koto terhadap masalah stunting ini," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan gagasan sederhana ini bertujuan mengajak semua pihak terkait berkolaborasi menjadi bapak angkat atau fokus kecamatannya mengeroyok penanganan stunting di Kecamatan XIV Koto ini.
Karena menurut dia pula, beban persoalan ini tidak hanya bertumpu di pundak kades dan camat semata, tetapi tenaga medis, PKK, swasta dan posyandu ikut serta menuntaskan persoalan ini.
