Istanbul (ANTARA) - Hizbullah pada Minggu memastikan bahwa komandan tinggi mereka Ali Tabatabai tewas dalam serangan Israel di ibukota Lebanon, Beirut.
Dalam sebuah pernyataan, Hizbullah berduka atas Tabatabai sebagai "seorang komandan militer kunci".
Kelompok tersebut juga melaporkan bahwa empat anggotanya tewas dalam serangan tersebut.
Militer Israel pada Minggu pagi mengatakan telah menghabisi Tabatabai dalam serangan yang menargetkan wilayah pinggiran kota selatan Beirut, meskipun ada kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak November 2024.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan dirinya memerintahkan serangan tersebut atas rekomendasi Menteri Pertahanan Israel Katz dan Kepala Staf Eyal Zamir, seraya menuduh Tabatabai memimpin “peningkatan dan persenjataan” Hizbullah.
Israel telah melancarkan sejumlah serangan terhadap pinggiran selatan Beirut sejak gencatan senjata, yang terbaru pada bulan Juni.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan itu menyebabkan Lima orang tewas dan 28 lainnya terluka.
