Jakarta (ANTARA) - Penyerang Chelsea Liam Delap menyebut jika golnya ke gawang Barcelona pada lanjutan Liga Champions UEFA 2025/2026 di Stadion Stamford Bridge, London, Rabu dini hari WIB, merupakan mimpinya yang menjadi kenyataan.
"Itu benar-benar hebat. Anda tumbuh besar dengan bermimpi malam seperti ini. Jadi ini merupakan momen yang spesial untuk saya." ujar Delap dikutip dari laman resmi Chelsea, Rabu.
Pemain berkebangsaan Inggris itu berhasil cetak gol pada menit ke-73 seusai mendapatkan operan dari Enzo Fernandes. Wasit awalnya menganggap terjadi offside dalam proses gol tersebut. Namun, setelah dibantu VAR, wasit mengesahkannya dan mengunci kemenangan 3-0 Chelsea atas Barcelona.
Menurut Delap, kemenangan Chelsea bisa diraih berkat kerja keras seluruh tim. Dia menyebut setiap pemain Chelsea bermain dengan baik dan mampu mengeksekusi taktik sang pelatih Enzo Maresca.
"Saya yakin kami sedang membangun sesuatu yang hebat di sini. Kami bekerja keras setiap hari dan menjadi semakin baik. Kami datang dengan kepercayaan tinggi di setiap laga. Hari ini kami menunjukkan bahwa kami bisa melakukannya melawan siapapun," kata penyerang berusia 22 tahun itu.
Gol ke gawang Barcelona itu merupakan gol pertama Liam Delap di Liga Champions UEFA sekaligus gol debutnya untuk Chelsea pada musim ini, tanpa menghitung golnya di Piala Dunia Antarklub 2025.
Chelsea mengandaskan Barcelona dengan skor 3-0 pada lanjutan Liga Champions UEFA 2025/2026 di Stadion Stamford Bridge, London, Rabu dini hari WIB. Selain Delap, gol Chelsea lainnya dicetak oleh gol bunuh diri Jules Kounde (27') dan Estevao Willian (55').
Dengan hasil tersebut, Chelsea naik ke posisi lima klasemen sementara Liga Champions UEFA musim ini dengan torehan 10 poin dari lima pertandingan. berada di delapan besar, mereka berpotensi untuk lolos langsung ke babak 16 besar tanpa mengikuti babak playoff.
Sementara Barcelona harus turun ke posisi 15 klasemen dengan perolehan tujuh poin dari lima laga.
Jalannya pertandingan
Chelsea mengambil inisiatif menyerang pada pertandingan ini dan langsung berhasil membobol gawang Barca ketika laga baru berjalan empat menit melalui Enzo Fernandez, namun dianulir wasit karena adanya handsball terlebih dahulu.
Barca berbalik memberikan ancaman dan memiliki peluang melalui tembakan Ferran Torres yang masih belum menemui sasaran dan melebar dari gawang Chelsea.
Enzo kembali berhasil menciptakan gol untuk Chelsea, akan tetapi lagi-lagi dianulir oleh wasit pada menit ke 24 karena terjadinya offside sebelum gol.
Upaya Chelsea untuk unggul terlebih dahulu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-27 melalui gol bunuh diri bek sayap Barcelona Jules Kounde sehingga skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan The Blues.
Setelah tertinggal satu gol, Barca harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-44 karena Ronald Araujo diganjar kartu kuning kedua oleh wasit sebab melakukan pelanggaran keras kepada Marc Cucurella.
Memasuki babak kedua, Chelsea benar-benar memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan mendominasi jalannya pertandingan atas Barca, bahkan sempat kembali membobol gawang Joan Garcia melalui Andre Santos, namun tidak disahkan karena offside.
The Blues berhasil menggandakan keunggulan mereka menjadi 2-0 ketika pertandingan memasuki menit 55 setelah aksi individu dari Estevao ditutup dengan sebuah tendangan yang berujung gol ke gawang Barca.
Skuad asuhan Enzo Maresca berhasil memperlebar keunggulan mereka atas Barca menjadi 3-0 setelah umpan tarik dari Fernandez dapat dikonversikan menjadi gol melalui tendangan Liam Delap pada menit 73.
Barca sempat berbalik memberikan ancaman dan memiliki peluang emas untuk memperkecil ketertinggalannya melalui tembakan Raphinha yang masih dapat dibendung Robert Sanchez.
Pada waktu yang tersisa, Chelsea tetap menunjukkan dominasinya atas Barca, namun hingga pertandingan selesai, skor 3-0 untuk kemenangan The Blues tetap bertahan.
