Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu Provinsi Bengkulu menyebutkan pendapatan asli daerah (PAD) di wilayah tersebut pada tahun 2026 mencapai Rp386 miliar, naik jika dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp249 miliar.
Besaran PAD tersebut ditentukan berdasarkan sejumlah sektor seperti hasil pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah dan pendapatan lainnya yang sah.
"Tujuan utama dari peningkatan PAD untuk memperkuat kemandirian fiskal pemerintah daerah dan mendanai pelaksanaan otonomi daerah di tengah pemberlakuan kebijakan efisiensi," kata Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu Tony Elfian di Bengkulu, Senin.
Dengan adanya angka PAD pada 2026 tersebut nantinya difokuskan untuk penanggulangan banjir, pembangunan jalan, penanganan pasar, sedangkan pemangkasan anggaran dilakukan guna memastikan keseimbangan fiskal dan agar dana transfer pusat dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan untuk menjalankan efisiensi anggaran sambil tetap memprioritaskan peningkatan PAD dan program pembangunan yang produktif.
Untuk itu, pemerintah kota akan mengendalikan belanja yang kurang produktif, mengalihkan dana efisiensi untuk sektor prioritas seperti infrastruktur, serta mengupayakan kemandirian fiskal melalui peningkatan PAD.
Sebelumnya, Pemkot Bengkulu menetapkan target PAD dari pajak di wilayah tersebut selama 2025 sebesar Rp249 miliar.
Untuk itu, pihaknya optimistis dapat mencapai target PAD pada tahun ini yaitu Rp249 miliar dengan berbagai jenis strategi yang lebih realistis.
Menurut Nurlia, sejumlah upaya telah dilakukan oleh Bapenda Kota Bengkulu untuk mengoptimalkan realisasi pendapatan daerah, seperti menyediakan kanal pembayaran yang sebelumnya hanya di Bank Bengkulu dan BTN, namun kini sudah bisa diakses di bank milik negara lainnya.
Hal tersebut dilakukan agar setiap wajib pajak dapat dapat memilih kanal pembayaran melalui bank tersebut tanpa adanya keluhan harus membayar di bank tertentu.
Kemudian, Bapenda juga telah meresmikan aplikasi Padek Kota Bengkulu, yang merupakan sebuah inovasi layanan terkait pembayaran pajak daerah pemerintah kota.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengakses melalui handphone android untuk pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak restoran, pajak hiburan dan lainnya melalui sejumlah bank yang telah bekerjasama dengan Bapenda Kota Bengkulu.
"Aplikasi Padek ini merupakan salah satu inovasi transformasi digitalisasi pertama dan satu-satunya di Provinsi Bengkulu, serta dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun serta bisa langsung dicetak sendiri SPPT PBB maupun jenis pajak lainnya," jelas dia.
Kemudian, terang Nurlia, pihaknya juga meresmikan situs web yaitu BABE yang diciptakan khusus untuk menyediakan informasi tentang semua hal di Bapenda Kota Bengkulu, seperti pajak dan yang lainnya.
