Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyerahkan sertifikat lahan calon Sekolah Garuda yang akan dibangun pemerintah pusat di wilayah itu.
"Penyerahan sertifikat ini merupakan finalisasi persiapan pembangunan SMA Unggul Garuda. Tahap selanjutnya adalah konstruksi oleh Kemendiktisaintek," kata Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri usai menyerahkan sertifikat lahan calon SMA Unggul Garuda di kawasan Villa Diklat Danau Mas Harun Bastari (DMHB) Rejang Lebong, Selasa.
Dia menjelaskan, lahan seluas 20,4 hektare tersebut disiapkan untuk pembangunan calon Sekolah Garuda yang sudah lama dinantikan.
Pembangunan SMA Unggul Garuda di Kabupaten Rejang Lebong ini, kata dia, akan memberikan dampak positif bagi pembangunan SDM dan juga perekonomian masyarakat dengan banyaknya orang yang datang ke wilayah itu.
Kabupaten Rejang Lebong sendiri selain menjadi daerah pertanian aneka jenis sayuran, kemudian penghasil tanaman kopi dan lainnya, juga telah ditetapkan sebagai kabupaten wisata. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya destinasi wisata yang ada di wilayah itu.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan menjelaskan saat ini di tanah air terdapat 100 Sekolah Garuda, 20 di antaranya adalah sekolah baru yang dibangun, salah satunya di Rejang Lebong, sedangkan 80 lainnya adalah Sekolah Garuda transformatif.
"Pembangunannya akan dimulai tahun 2026, dan Insya Allah tahun 2027 sudah beroperasi," katanya.
Dia menegaskan, kalangan masyarakat Bengkulu yang memiliki anak yang akan masuk SMA agar bersiap sejak jauh hari sehingga bisa mengikuti seleksi yang akan diumumkan secara nasional, dan peserta didiknya tidak dipungut biaya karena ditanggung pemerintah.
Pembangunan SMA Unggul Garuda di kawasan wisata Villa Diklat DMHB ini nantinya jika sudah berjalan, tambah dia, untuk lokasi wisatanya masih dapat dinikmati oleh masyarakat, namun di luar lokasi pembangunan sekolah itu.
"Tidak menutup kemungkinan menjadi wisata edukatif. Masyarakat bisa datang, ini pendidikan bukan terisolasi tetapi jadi bagian dari masyarakat sangat terbuka, sangat inklusif," ujarnya.
