Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu mengimbau kepada masyarakat khususnya para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan terkait potensi cuaca ekstrem hingga akhir Desember 2025.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu Wil Hopi di Bengkulu, Rabu, menyebut bahwa imbauan tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengantisipasi masyarakat khususnya nelayan mengalami kecelakaan saat melaut.
Sebab, pada akhir tahun diprediksi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi.
"Hingga Desember ini memang cuaca agak tinggi. Kami selalu berharap para nelayan berhati-hati saat melaut karena cuaca saat ini tidak menentu. Kadang hujan, berhenti sebentar, lalu datang lagi," ujarnya.
Untuk itu, dia juga mengimbau agar nelayan tidak melaut terlalu jauh ketika kondisi cuaca tidak stabil, pemeriksaan kapal atau perahu sebelum digunakan juga wajib dilakukan, termasuk memastikan mesin berfungsi dengan baik.
Kemudian, saat melaut nelayan dapat mengenakan jaket keselamatan, membawa alat navigasi, serta memantau prakiraan cuaca sebelum berlayar.
Hal tersebut dilakukan, terang Wil, sebagai upaya pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan dan aktivitas penangkapan ikan tetap berjalan namun tetap mengutamakan keamanan selama periode cuaca ekstrem berlangsung.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Fatmawati Bengkulu memperkirakan hingga beberapa hari ke depan sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
