Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu menggencarkan vaksinasi gratis bagi hewan peliharaan penular rabies seperti anjing, kucing, monyet dan lainnya sebagai upaya pencegahan rabies.
Vaksinasi gratis tersebut dilakukan juga untuk menekan angka kasus gigitan hewan terhadap manusia serta meminimalkan risiko penularan rabies di wilayah Kota Bengkulu.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bengkulu Henny Kusuma Dewi di Bengkulu, Jumat, menyebut bahwa pemerintah telah menyiapkan 1.500 dosis vaksin rabies.
"Vaksin yang tersedia masih belum bisa memenuhi kebutuhan ideal. Kami terus mengupayakan tambahan agar capaian vaksinasi bisa lebih optimal," ujar dia.
Meskipun demikian, jumlah vaksin rabies tersebut masih jauh dari target minimal cakupan 70 persen vaksinasi dari total populasi HPR di Kota Bengkulu yang diperkirakan mencapai sekitar 20 ribu ekor.
Meskipun demikian, pemerintah terus mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kota Bengkulu yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan lainnya agar dapat melakukan vaksinasi rabies.
Hal tersebut dilakukan karena sejak Januari hingga Desember 2024 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu mencatat sebanyak 400 kasus gigitan hewan peliharaan terjadi, dengan terbanyak berasal dari gigitan kucing, disusul oleh anjing, kera, dan musang.
"Sebagai upaya menekan angka penularan rabies, pemerintah kota terus meningkatkan pengadaan vaksin rabies bagi hewan peliharaan dan satwa liar yang berisiko menularkan penyakit rabies," jelas Henny.
Meskipun kasus gigitan hewan peliharaan di Kota Bengkulu cukup tinggi, namun tidak ada laporan kematian akibat gigitan hewan. Sebab, kesadaran masyarakat di Kota Bengkulu cukup tinggi sehingga menjadi faktor utama dalam pencegahan rabies, seperti korban gigitan yang langsung mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin.
