Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu mengusulkan seluruh sekolah di daerah itu mendapat bantuan dana revitalisasi dari pemerintah pusat.
Plt Kepala Disdikbud Rejang Lebong Zakaria Efendi di Rejang Lebong, Jumat, mengatakan pada tahun ini sebanyak 60 sekolah di Kabupaten Rejang Lebong menerima dana alokasi khusus (DAK) untuk program revitalisasi mulai dari TK/PAUD, SD, hingga SMP dengan total anggaran mencapai Rp34 miliar.
"Tahun depan kita akan giat mencari dana ke pusat untuk revitalisasi. Saat ini kami sudah membuat proposal untuk 194 SD, berikutnya untuk 17 SMP, dan untuk 17 PAUD," kata dia.
Dia menjelaskan, adanya bantuan dana revitalisasi yang diterima sekolah-sekolah di Kabupaten Rejang Lebong sangat mereka syukuri, namun persentasenya baru berkisar 20 hingga 25 persen total jumlah sekolah di Rejang Lebong baik negeri dan swasta yang mencapai 340 unit.
"Sudah sangat terbantu, walaupun masih perbandingannya sekitar 20-25 persen. Masih jauh, inilah yang masih kita perjuangkan. Kalau kondisi sekarang ini pada umumnya dilakukan rehab sedang. Untuk tahun 2026 kita kejar yang rehab berat," terangnya.
Sejauh ini dari inventarisasi sekolah yang dilakukan pihaknya masih ada sekolah kategori rusak berat mencapai 35 persen dari total 340 unit sekolah baik negeri maupun swasta.
"Sekolah-sekolah yang sudah rusak berat ini berada di daerah pelosok, yang dibangun semasa pemerintah Orde Baru dan masih menggunakan bidai atau dinding bambu. Harapan kita sekolah yang masih menggunakan bidai ini kita rombak model permanen," tegasnya.
Menurut dia, untuk mengejar target seluruh sekolah di Rejang Lebong bisa mendapatkan dana revitalisasi dirinya sudah memerintahkan seluruh kepala sekolah untuk melakukan perbaikan sistem Dapodik, terutama sarana dan prasarana harus valid sesuai dengan acuan, karena pihak kementerian Dikdasmen akan melihat dari Dapodik.
