Kota Bengkulu (ANTARA) - Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu menangkap dua orang tersangka kasus penyalahgunaan narkotika jenis ganja serta menyita empat kilogram ganja dan satu senjata api rakitan.
Kedua tersangka tersebut yaitu DF (25), warga Desa Lundur, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, dan PM (25), warga Kelurahan Bentiring Permai, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu.
“Tersangka DF terpaksa dilumpuhkan karena mencoba melawan dengan menembak anggota. Senjata api sudah diletuskan, tetapi amunisi gagal meledak atau istilahnya peluru ket,” kata Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno di Kota Bengkulu, Senin.
Ia mengatakan dari tangan tersangka, tim gabungan juga menyita tiga butir amunisi dari senjata api rakitan tersebut. Dua kaki tersangka DF ditembak karena berusaha melawan petugas dengan menembakkan senjata api rakitan.
Penangkapan terhadap kedua tersangka dilakukan setelah tim menerima informasi mengenai adanya tersangka penadah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Bengkulu.
Namun, diketahui tersangka merupakan pengedar ganja yang membawa senjata api. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan di tempat persembunyian tersangka di Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu.
“Usai ditangkap, tim gabungan melakukan penggeledahan di tempat persembunyian tersangka dan menemukan ganja kering sebanyak empat kilogram,” ujar dia.
Sudarno mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diketahui ganja tersebut didapatkan tersangka dari Lintang, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan, dengan harga Rp2 juta per kilogram.
Kemudian, tersangka membeli ganja sebanyak enam kilogram. Setibanya di Kota Bengkulu, DF menjual sekitar dua kilogram ganja kepada salah seorang warga Kabupaten Seluma.
“Ganja dan senjata api rakitan dibeli di Empat Lawang. Untuk ganja, dibeli dengan harga Rp2 juta per kilogram, sedangkan senjata api beserta tiga butir amunisi dibeli seharga Rp1,5 juta. Total ganja yang dibeli enam kilogram, dua kilogram sudah dijual ke Seluma, sisanya akan dijual di Kota Bengkulu. Senjata api sengaja dibeli untuk berjaga diri saat mengedarkan ganja,” katanya.
