Jakarta (ANTARA) - Pelatih Real Madrid Xabi Alonso mengaku dirinya terbuka untuk melatih Liverpool di masa depan pada jumpa pers pra-pertandingan Liga Champions 2025/2026 pekan ke-6 melawan Manchester City.
Liverpool adalah mantan klub Alonso saat ia masih menjadi pemain. Ia membela The Reds selama lima tahun dengan 210 penampilan di semua kompetisi, mencetak 18 gol dan 20 assists, serta mempersembahkan empat trofi, salah satunya Liga Champions.
"Tentu saja, itu sesuatu yang perlu dipertimbangkan dengan klub-klub Inggris, dengan mantan klub saya," kata Alonso, dikutip dari laman resmi klub, Rabu.
Pertanyaan wartawan kepada Alonso ini terjadi setelah posisinya di El Real sedang terancam menyusul hanya menang dua kali dalam tujuh laga terakhir di semua kompetisi.
Madrid bahkan menelan kekalahan 0-2 dari Celta Vigo di kandang sendiri pada laga terakhir, yang membuat mereka terpaut empat poin dari pemuncak klasemen Barcelona.
Beberapa laporan menyebut bahwa nasib keberlanjutan Alonso sebagai pelatih akan diputuskan dalam waktu dekat, setelah hasil pertandingan Madrid akan menghadapi City di Santiago Bernabeu, Kamis (11/12) pukul 03.00 WIB.
Di sisi lain, pelati Liverpool Arne Slot juga sedang dalam tekanan The Reds menelan sembilan kekalahan dari 16 pertandingan terakhir di semua kompetisi. The Reds hanya menang lima kali dalam periode sulit ini, termasuk kemenangan di Liga Champions menghadapi Inter Milan, Rabu WIB.
"Tapi untuk saat ini, inilah tempat yang saya inginkan, dan di masa depan, kita tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi," kata pelatih asal Spanyol itu.
Pep Guardiola bela Xabi Alonso

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola memberikan dukungan penuh kepada Xabi Alonso yang sedang mendapat tekanan berat sebagai pelatih Real Madrid.
Menurut Guardiola, bila dirinya mengalami rentetan hasil buruk serupa seperti yang dialami Madrid musim ini ketika masih melatih di Spanyol, dia pasti sudah dipecat sejak musim lalu.
“Saya bersimpati karena kami pernah bersama selama dua tahun dan itu pengalaman luar biasa bersamanya,” ujar Guardiola yang dilansir laman resmi klub pada Rabu.
Guardiola, yang pernah melatih Barcelona, mengungkapkan betapa beratnya menjadi pelatih di dua klub raksasa Spanyol itu.
"Barcelona dan Madrid adalah klub paling sulit untuk dilatih, tekanannya sangat besar. Kalau saya mengalami musim lalu seperti yang dialami Madrid sekarang, saya pasti sudah dipecat. Sulit, tetapi dia (Alonso) tahu itu karena pernah bermain di sana," lanjut Guardiola.
Guardiola mengatakan bahwa dirinya yakin dengan kemampuan Alonso dalam membangun timnya di Real Madrid.
"Saya tahu betapa sulitnya membangun sesuatu. Tentu saja dia mampu melakukan apa yang dibutuhkan di posisi itu. Saya hanya mendoakan yang terbaik untuknya. Saya sangat menyayanginya,” tambahnya.
Guardiola sendiri pernah melatih Alonso selama 18 bulan di Bayern Muenchen dan menyarankan mantan anak asuhnya itu untuk tetap bertahan pada prinsip-prinsipnya meski sedang dalam masa sulit.
Sejak bergabung dari Bayer Leverkusen pada musim panas lalu, Alonso memang menghadapi tantangan besar untuk melatih Real Madrid yang diisi pemain-pemain bintang seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham.
