Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu memitigasi potensi bencana yang mungkin terjadi pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
"Pertama kita punya mitigasi bencana, menginventarisasi wilayah-wilayah yang berisiko bencana, melakukan pencegahan, termasuk melakukan pelatihan penanganan dan pencegahan bencana," kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Bengkulu, Rabu.
Dia mengatakan Pemprov Bengkulu terus memantau dan juga menggelar rapat koordinasi mitigasi bencana dengan Forkopimda memastikan kesiapan daerah baik mencegah maupun penanganan jika terjadi bencana.
"Tapi itu tidak cukup maka kita tambahkan untuk di Bengkulu adanya 'mitigasi langit', mitigasi langit itu, tolong yang di bumi maka yang di langit akan menolongmu, cintai sayangi yang di bumi dan yang di langit akan menyayangimu," kata Helmi.
Pemerintah Provinsi Bengkulu pun telah menggelar Rapat Koordinasi Forkopimda untuk memastikan kesiapan daerah menghadapi perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sekaligus memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi bencana.
Rapat tersebut memprioritaskan pemetaan risiko bencana, termasuk paparan data operasi SAR sepanjang 2025 yang mencatat 38 operasi dengan total 277 korban.
Dari jumlah tersebut, kecelakaan kapal menjadi ancaman terbesar dengan 229 korban. Letak geografis Bengkulu yang berada di pesisir Samudra Hindia membuat wilayah ini sangat rentan terhadap cuaca ekstrem, terlebih dengan adanya peringatan dini terkait bibit siklon 93W dan 91S dari Tropical Cyclone Warning Center (TCWC).
Pada sektor energi, Pertamina memaparkan pola distribusi BBM reguler untuk memastikan pasokan di SPBU dan Pertashop tetap aman selama lonjakan mobilitas masyarakat pada periode libur natal dan tahun baru.
Penguatan ketahanan energi itu turut diintegrasikan dengan pemantauan cuaca oleh BMKG serta kesiapsiagaan tim SAR demi menjamin keamanan arus perjalanan dan aktivitas wisata.
Dinas kesehatan menyiagakan 220 fasilitas layanan kesehatan, terdiri atas 28 rumah sakit, 179 puskesmas, 34 pos pelayanan kesehatan, serta didukung 7 unit PSC 119 dan 1 Pusat Krisis Kesehatan.
Balai Karantina Kesehatan turut mengambil langkah antisipatif terhadap potensi penyakit menular yang berpotensi meningkat seiring meningkatnya mobilitas masyarakat di akhir tahun.
Gubernur Helmi juga mengimbau seluruh kelurahan, kecamatan, serta RT dan RW di Provinsi Bengkulu untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Ia menegaskan bahwa perilaku tersebut kerap menjadi penyebab drainase tersumbat sehingga memicu banjir saat curah hujan tinggi.
"Kita semua harus ikut menjaga Bengkulu. Jangan ada lagi sampah dibuang sembarangan. Kelurahan, kecamatan, RT, dan RW tolong awasi lingkungan masing-masing, karena mencegah banjir itu dimulai dari kebiasaan kecil yang kita lakukan setiap hari," ujar Helmi.
Pemprov Bengkulu menegaskan komitmennya menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran pelayanan publik selama masa Natal dan Tahun Baru, dengan kesiapsiagaan terpadu dari seluruh sektor.
