Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu, akan menambah sekitar 12 truk untuk membawa bantuan kemanusiaan yang masih banyak menumpuk menuju wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat (Sumbar) dan wilayah lain di Sumatera yang tengah mengalami musibah.
"Kemarin kita sudah berangkatkan empat truk bantuan ke Sumbar, kemungkinan kita masih butuh penambahan sebanyak 12 truk lagi karena di Masjid Agung masih banyak bantuan menumpuk," kata Kabag Administrasi Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Pemerintah Kabupaten Mukomuko Amri Kurniadi di Mukomuko, Kamis.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko sejak beberapa hari terakhir mengumpulkan bantuan dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, organisasi masyarakat, swasta, dari 15 kecamatan, dan desa.
Pengumpulan bantuan untuk korban bencana alam Sumatera tersebut guna menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Bupati Mukomuko Nomor: 400/ 240/ B. 2/ XII/ 2025 tentang penggalangan donasi dari OPD, instansi vertikal, swasta, perbankan, kecamatan, desa untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko menerbitkan Surat Edaran (SE) Bupati Mukomuko Nomor: 400/ 240/ B. 2/ XII/ 2025 tentang penggalangan donasi dari OPD, instansi vertikal, swasta, perbankan, kecamatan, desa untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.
Dari kegiatan pengumpulan bantuan dari berbagai pihak terkait dan masyarakat tersebut telah terkumpul uang tunai kurang dari sebesar Rp500 juta, pakaian layak pakai, sembako, dan lain sebagainya.
Dia mengatakan, saat ini berbagai jenis bantuan berupa barang dan logistik bencana yang masih menumpuk di Masjid Agung dimasukkan dalam karung.
Terkait dengan penambahan truk untuk membawa bantuan korban bencana alam di sumatera, kata dia pula, masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari bupati karena kepala daerah akan turun ke lokasi bencana sumatera.
Menurut dia, pihak memerlukan penambahan truk karena sampai sekarang bantuan korban bencana selain menumpuk di masjid dan terus berdatangan dari berbagai pihak terkait dan masyarakat.
Soal truk, kata dia, bagaimana apakah di sewa, makanya kemarin minta petunjuk dan kemarin juga mencoba meminjam truk ke perusahaan perkebunan kelapa sawit.
"Untuk pinjaman truk kita sudah bersurat ke perusahaan untuk membantu pemerintah mengantar bantuan," ujarnya.
