Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu meminta warga di wilayah itu untuk mewaspadai penyebaran penyakit akibat pancaroba dari musim kemarau ke hujan.
"Sekarang sudah masuk musim pancaroba yaitu peralihan dari musim kemarau ke hujan, untuk itu warga Rejang Lebong diminta untuk mewaspadai penyebaran lima jenis penyakit yang biasanya muncul saat pancaroba," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Rejang Lebong Asep Setia Budiman saat dihubungi di Rejang Lebong, Senin.
Dia menjelaskan aneka penyakit yang biasanya banyak diderita oleh warga saat pancaroba, yakni diare, infeksi saluran pernapasan akut (ispa), dan tiga penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, yakni demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, dan zika.
"Untuk jenis penyakit ispa biasanya selain terjadi saat musim kemarau juga saat memasuki musim hujan, sedangkan diare akibatkan makanan dan minuman yang terkontaminasi virus, serta penyakit akibat gigitan nyamuk," ujarnya.
Jenis penyakit DBD, chikungunya, serta zika diakibatkan gigitan nyamuk, di mana saat musim hujan nyamuk akan mudah berkembang biak di genangan air bersih.
Untuk mengantisipasi penyebaran berbagai jenis penyakit ini, pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Rejang Lebong tersebar di 15 kecamatan melalui puskesmas masing-masing, agar menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Selain itu, kalangan warga Rejang Lebong diminta melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan gotong royong membersihkan lingkungan, menutup bak penampungan air, menguras tempat penampungan air, mengubur barang bekas, dan menaburkan bubuk abate.
"Sejauh ini gerakan PSN adalah langkah yang paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, tindakan ini bisa memutus proses berkembang biak nyamuk," katanya.
