Kota Bengkulu (ANTARA) - Manohara Odelia kembali angkat suara terkait cara media dan platform digital di Indonesia menggambarkan pengalaman hidupnya pada masa lalu.
Melalui serangkaian unggahan di akun Instagram terverifikasinya, perempuan yang dikenal publik sejak usia belia itu dengan tegas menolak pelabelan seperti “mantan istri” atau “mantan pasangan” yang selama bertahun-tahun kerap dilekatkan kepadanya dalam pemberitaan.
Menurut Manohara, penggunaan istilah tersebut bukan hanya tidak akurat, tetapi juga menyesatkan dan berpotensi berbahaya karena mengaburkan realitas kekerasan yang dialaminya ketika masih di bawah umur.
Ia menegaskan bahwa peristiwa yang dialaminya bukanlah hubungan romantis ataupun konsensual, serta sama sekali bukan pernikahan yang sah.
“Ketika seseorang diserang secara seksual, kita tidak menyebut pelaku sebagai mantan pacar atau mantan pasangan,” tulis Manohara dalam unggahannya pada awal pekan ini.
Baca juga: Konten ekstrem di media sosial disebut mampu cuci otak anak dalam hitungan bulan
Baca juga: Densus 88 ungkap 70 anak terlibat komunitas "true crime" bermuatan kekerasan
Ia menekankan bahwa logika yang sama seharusnya berlaku dalam kasus yang dialaminya. Manohara secara terbuka menyampaikan bahwa saat peristiwa tersebut terjadi, usianya baru 15 tahun, sementara pria yang terlibat berusia sekitar 30-an tahun.
Manohara menyebut tidak ada proses pendekatan, tidak ada hubungan yang setara, dan tidak ada persetujuan. Seluruh kejadian tersebut berlangsung dalam situasi paksaan.
